Home EKONOMI Koperasi Go Digital Didukung Pemerintah
EKONOMINASIONAL

Koperasi Go Digital Didukung Pemerintah

Share
Share

Jakarta, Hotfokus.com

Pengurus Koperasi menyambut baik komitmen pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop dan UKM) yang terus mendorong agar koperasi-koperasi di Indonesia bisa go digital. Sebab digitalisasi koperasi saat ini merupakan sebuah tuntutan karena sudah memasuki revolusi industri 4.0. Koperasi yang tidak mau mendigitalisasikan layanan dan produknya diyakini tidak akan bersaing.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sahabat Mitra Sejati, Ceppy Yana Mulyana, usai bertemu dengan Menteri Koperasi dan UKM (Menkop), Teten Masduki di kantornya, Jakarta, Kamis (21/11). Menurutnya, Teten sebagai Menkop yang baru menaruh perhatian lebih agar koperasi bisa mulai melek teknologi sehingga kualitas layanannya meningkat.

Ceppy menyatakan bahwa pemerintah melalui Kemenkop dan UKM sudah menyatakan siap membantu dan mendukung upaya-upaya digitalisasi koperasi. Menurutnya, Teten memastikan bahwa Kemenkop dan UKM tidak hanya akan menjadi regulator saja namun juga akan menjadi fasilitator sehingga akan terjun langsung ke lapangan untuk membantu koperasi yang ingin go digital.

“Nah dengan begini, di awali dengan hal yang baik dan dengan pertemuan seperti ini mudah-mudahan ada kelanjutan agar kita bisa mencapai goals yang kita harapkan,” ujar Ceppy.

KSP Sahabat Mitra Sejati sendiri mengaku sudah merasakan manfaat dari ujicoba digitalisasi yang sudah dilakukannya. Saat ini dengan anggota sekitar 6.000 anggota mulai dimudahkan dengan inovasi layanan digital tersebut. Proses transaksi simpan pinjam di KSP ini semakin mudah dan cepat. Dijelaskan Ceppy bahwa perbaikan layanan ini tidak lepas dari dukungan Kemenkop dan UKM.

“Saat ini kita punya produk simpanan yang kita sebut dengan produk “SOBATKU” atau simpan online sahabatku. Itu menjadi produk digital yang kita harapkan bisa bermanfaat bagi anggota kami yang jumlahnya ribuan,” pungkas Ceppy.

Sementara itu di tempat yang sama CEO Koperasi Digital (KODI), Inra Sumahamijaya, menambahkan bahwa dengan melihat manfaat dari digitalisasi seperti yang dimiliki KSP Sahabat Mitra Sejati tersebut, pelaku koperasi yang masih berpikir tradisional seharusnya mulai berubah. Pasalnya dengan perkembangan teknologi yang pesat sudah semestinya koperasi juga adaptif dan dinamis dalam merespons berbagai perkembangan terbaru di tengah masyarakat. Jika hal itu dinafikkan dengan sendirinya koperasi akan kehilangan anggotanya.

Untuk memudahkan digitalisasi sebuah koperasi, KODI menawarkan sebuah solusi melalui platform kodi.id. Dengan menggunakan platform KODI yang dibangunnya ini, kata Inra, akan mendorong koperasi baik simpan pinjam atau koperasi serba usaha lainnya bisa lebih berdaya saing. Di dalam platform tersebut sudah disiapkan template-template tertentu yang bisa memudahkan koperasi mendigitalisasi semua produk dan layanannya.

“Jadi kita ini semacam fasilitator untuk mendigitalisasikan koperasi dengan teknologi agar koperasi bisa lebih transparan, bisa terjangkau tanpa harus mengembangkan sendiri. Di sana (kodi.id) Sudah ada templatenya,” tutur Inra.

Saat ini setidaknya sudah ada 30 koperasi di Indonesia yang telah memanfaatkan layanan kodi.id. Inra berharap dengan dukungan dari Kemenkop dan UKM akan semakin banyak koperasi di Indonesia yang tersadarkan untuk segera mendigitalisasikan koperasinya terlepas menggunakan platform kodi.id atau tidak.

“Untuk kita ingin endorsement dari pak Menteri (Teten Masduki) dan juga dukungan seperti yang kita butuhkan berupa izin dari beliau agar kodi ini bisa scale up. Sebab kita akan membangun program workshop di beberapa kota di Indonesia, nah tentunya harus izin dari beliau juga,” pungkas Inra. (DIN/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
NASIONAL

Siap-Siap! Cukai Minuman Manis Dibidik Mulai 2027, Negara Incar Rp1,7 Triliun

Jakarta, Hotfokus.com Minuman manis dalam kemasan berpotensi menghadapi pungutan baru mulai tahun...

Realisasi investasi semester I 2026 menurut BKPM mencapai Rp1.010,6 triliun dan menyerap 1,448 juta tenaga kerja
NASIONAL

Investasi Rp1.010 Triliun Buka 1,44 Juta Lapangan Kerja, Ini Sumbernya!

Jakarta, Hotfokus.com Investasi yang masuk ke Indonesia sepanjang semester I 2026 mencapai...

Menperin: Industri Harus Tumbuh di Atas 20 Persen
NASIONAL

Menperin: Industri HarusTumbuh di Atas 20 Persen

Jakarta, hotfokus.com Pertumbuhan industri harus di atas 20 persen atau lebih tinggi...

P2MI Jajaki Peluang Kerjadi Bandara Internasional Berbagai Negara
NASIONAL

P2MI Jajaki Peluang Kerjadi Bandara Internasional Berbagai Negara

Tangerang, hotfokus.com Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) jajaki peluang untuk mengisi...