Home NASIONAL Ini Strategi LPDB Tekan Kredit Macet Di Bawah 3 Persen Tahun Ini
NASIONAL

Ini Strategi LPDB Tekan Kredit Macet Di Bawah 3 Persen Tahun Ini

Share
Share

Jakarta, Hotfokus.com

Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (LPDB-KUMKM) Kementerian Koperasi dan UKM menargetkan tingkat kredit macet bisa ditekan hingga di bawah 3 persen tahun ini. Tercatat hingga akhir Juni 2019 kemarin, non performing loan (NPL / kredit macet) sebesar 3,6 persen gross.

Direktur Utama LPDB-KUMKM, Braman Setyo mengatakan, upaya yang dilakukan untuk menekan kredit macet tersebut adalah dengan menjalin koordinasi dengan Ditjen Kekayaan Negara Kementerian Keuangan untuk melakukan eksekusi atas aset yang dijaminkan sebagai dasar pengajuan dana bergulir atau kreditnya. Selain itu juga terus melakukan pendampingan kepada KUMKM agar sukses dalam pengembalian. Hal itu dilakukan sejak pengajuan proposal kredit yang disampaikan ke LPDB.

“Ini yang diupauakan terus menerus supaya bisa menekan NPL sampai akhir 2019 hingg di bawah 3 persen. Itu strategi kami untuk memperkecil NPL,” kata Braman, Senin (2/9).

Dijelaskannya sejak Satuan Kerja (Satker) ini berdiri hingga saat ini, LPDB-KUMKM telah menyalurkan kreditnya sebesar Rp9,3 triliun. Dana tersebut telah tersalurkan melalui mitra-mitranya yang tersebar di seluruh Indonesia sebanyak 4.331 mitra dan telah dinikmati oleh 1,02 juta pelaku UMKM. Setidaknya melalui kreditnya tersebut telah mampu menyerap tenaga kerja hingga 1,85 juta orang di seluruh Indonesia. Dari total Rp9,3 triliun tersebut, sekitar 70 persenan disalurkan melalui skema konvensional. Sementara sisanya sekitar 30 persen dengan skema syariah.

Braman Setyo menambahkan bahwa kedepan pihaknya akan memasifkan penyaluran kreditnya kepada UMKM secara langsung apabila sudah ada payung hukumnya. Kini pihaknya sedang memproses revisi Peraturan Menteri Koperasi dan UKM (Permenkop) no 8 tahun 2018 Tentang Penyaluran Dana Bergulir.

Dengan adanya landasan hukum yang kelak direvisi ini diharapkan pelaku UMKM dapat langsung mengakses pembiayaan kreditnya ke LPDB tanpa melalui mitra dengan cepat dan mudah. Bahkan kedepannya, lanjut Braman Setyo, pihaknya juga akan menggandeng lembaga Financial Technology (Fintech) untuk menyalurkan kreditnya.

Ditambahkannya, untuk tahun 2019 ini, LPDB-KUMKM menargetkan dapat menyalurkan kreditnya sebesar Rp1,5 triliun. Hingga akhir Agustus 2019 kemarin kredit yang telah tersalurkan sekitar Rp807 miliar.

“Kita bersinergi dengan temen – temen dinas koperasi dsn UKM, perusahaan penjamin dan lainnya. Salah satu contoh untuk gulirkan dana ke UKM tentu harus ada penjamin. Bunga nanti mungkin sekitar 10-11 persen memang lebih tinggi karena faktor cepat tentunya ada operasional yang lebih tinggi,” ulasnya. (DIN)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
NASIONAL

Siap-Siap! Cukai Minuman Manis Dibidik Mulai 2027, Negara Incar Rp1,7 Triliun

Jakarta, Hotfokus.com Minuman manis dalam kemasan berpotensi menghadapi pungutan baru mulai tahun...

Realisasi investasi semester I 2026 menurut BKPM mencapai Rp1.010,6 triliun dan menyerap 1,448 juta tenaga kerja
NASIONAL

Investasi Rp1.010 Triliun Buka 1,44 Juta Lapangan Kerja, Ini Sumbernya!

Jakarta, Hotfokus.com Investasi yang masuk ke Indonesia sepanjang semester I 2026 mencapai...

Menperin: Industri Harus Tumbuh di Atas 20 Persen
NASIONAL

Menperin: Industri HarusTumbuh di Atas 20 Persen

Jakarta, hotfokus.com Pertumbuhan industri harus di atas 20 persen atau lebih tinggi...

P2MI Jajaki Peluang Kerjadi Bandara Internasional Berbagai Negara
NASIONAL

P2MI Jajaki Peluang Kerjadi Bandara Internasional Berbagai Negara

Tangerang, hotfokus.com Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) jajaki peluang untuk mengisi...