Home EKONOMI Mantan Mentan: Bulog Tak Perlu Lagi Impor Bawang Putih
EKONOMINASIONAL

Mantan Mentan: Bulog Tak Perlu Lagi Impor Bawang Putih

Share
Share

Jakarta, Hotfokus.com

Menteri Pertanian periode 2004-2009 Anton Apriantono menilai rencana impor bawang putih oleh Bulog tidak lagi diperlukan karena harga komoditas ini sudah mulai mengalami kestabilan.

Menurut Anton, penugasan kepada Bulog ini, apabila diteruskan, juga berpotensi menganggu kestabilan harga karena tanpa disertai kewajiban tanam.

“Kalau kita biarkan itu pada mekanisme pasar, dia akan mencari keseimbangan sendiri. Sekarang siapa yang mau impor berlebihan, rugi sendiri,” kata Anton dalam pernyataannya di Jakarta, Kamis (30/5/2019).

Ia mengatakan, jika impor dibebaskan kepada importir mana pun, serta diberi kewajiban tanam lima persen dari total impor, maka pemerintah akan mendapat dua keuntungan. “Keuntungan pertama adalah harga-harga bisa lebih seimbang dan keuntungan kedua yaitu produksi bawang putih dalam negeri dapat meningkat,” tukasnya.

Sebelumnya, Guru Besar Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor Dwi Andreas Santoso mengatakan penugasan impor bawang putih kepada Bulog tanpa kewajiban tanam bisa menimbulkan ketidakadilan.

Hal ini bisa menimbulkan gugatan dari importir swasta yang merasa diperlakukan tidak adil dari adanya rencana impor tersebut. “Kalau ada potensi seperti itu ada kemungkinan pemerintah menghadapi gugatan dari pihak swasta,” ujarnya.

Peraturan Menteri Pertanian Nomor 38 Tahun 2017 telah menegaskan bahwa importir swasta maupun pemerintah yang ingin melakukan impor bawang putih wajib menanam lima persen dari total impor.

Jika Kementerian Pertanian ingin memberikan kebebasan wajib tanam bagi Bulog sebagai lembaga milik pemerintah, harus diterbitkan peraturan baru.

“Itu harus diterbitkan Permentan yang baru karena Permentan yang lama tidak ada adendum. Yang importir entah itu importir swasta atau pemerintah tetap harus memenuhi wajib tanam lima persen,” ujarnya.

Selain itu, bila Bulog benar-benar ingin merealisasikan rencana impor bawang putih hingga 100.000 ton maka harus disiapkan gudang yang berkapasitas memadai.

“Usulan kami, Bulog harus memiliki kapasitas juga untuk bahan-bahan pangan lain yang berpotensi bergejolak,” kata Dwi Andreas.(ert)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Riset Ungkap Kenaikan BBM Nonsubsidi Tak Banyak Dorong Inflasi
NASIONAL

Riset Ungkap Kenaikan BBM Nonsubsidi Tak Banyak Dorong Inflasi

Jakarta, Hotfokus.com Kenaikan harga BBM nonsubsidi dinilai tidak memberi tekanan besar terhadap...

Harga plastik melonjak hingga 100% akibat gangguan pasok global, industri RI terancam krisis bahan baku.
EKONOMI

Harga Plastik Naik 100%, Gangguan Pasok Global Mulai Tekan Industri RI

Jakarta, hotfokus.com Gangguan rantai pasok global mulai memukul sektor industri di dalam...

Kredit UMKM terkontraksi, pemerintah perkuat KUR untuk menjaga pembiayaan tetap stabil di tengah tekanan ekonomi.
EKONOMI

Kredit UMKM Tertekan, Pemerintah Andalkan KUR Jaga Pembiayaan Tetap Stabil

Jakarta, hotfokus.com Pemerintah memastikan penyaluran kredit UMKM tetap terjaga meski menghadapi tekanan....

Perkuat Industri Dalam Negeri, IKM Jadi Pemasok Kebutuhan Haji
NASIONAL

Perkuat Industri Dalam Negeri, IKM Jadi Pemasok Kebutuhan Haji

Jakarta, hotfokus.com Langkah pemerintah melibatkan pelaku industri kecil dan menengah (IKM) menjadi...