Home EKONOMI Tingkatkan Perdagangan, Chandra Asri Dapat Dukungan Dana DBS USD60 Juta
EKONOMI

Tingkatkan Perdagangan, Chandra Asri Dapat Dukungan Dana DBS USD60 Juta

Share
Share

Jakarta, hotfokus.com

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk mendapatkan dukungan pembiayaan dari Bank asal Singapura, DBS (The Development Bank of Singapore Limited) sebesar USD60 juta. Pembiayaan itu akan digunakan perseroan untuk mendukung kinerja perdagangannya khususnya terkait dengan ekspor produk petrokimia dari Indonesia.

Erwin Ciputra, Presiden Direktur Chandra Asri menjelaskan bahwa fasilitas pembiayaan dari DBS ini mengintegrasikan kombinasi dari produk perdagangan sehingga bisa mendorong pertumbuhan ekspor perusahaan meningkat di masa depan. Hal ini diharapkan bisa menjawab kebutuhan pasar.

“Kami senang dapat melanjutkan hubungan yang kuat dengan Bank DBS melalui fasilitas perdagangan terstruktur yang inovatif dan elegan, yang mendukung rencana strategis kami untuk pertumbuhan ekspor produk petrokimia,” kata Erwin dalam keterangannya, Senin (22/2/2021).

Seperti diketahui, Chandra Asri merupakan produsen petrokimia terbesar dan terintegrasi di Indonesia dan mengoperasikan satu-satunya Naphtha Cracker yang memproduksi Olefins (Ethylene, Propylene), Pygas dan Mixed C4, serta Polyolefins (Polyethylene dan Polypropylene). Kebutuhan produk-produk ini sangat besar baik di pasar internasional atau domestik sebagai bahan baku produksi.

Belum lama ini, Chandra Asri telah menyelesaikan pembangunan pabrik Butene 1 dan Methyl Tert-Butyl Ether (MTBE) yang pertama kalinya di Indonesia pada tahun 2020 dengan tepat waktu di tengah masa pandemi Covid-19. Hal ini sejalan dengan rencana perusahaan untuk mengintegrasikan secara vertikal, mendukung konsumsi domestik, dan meningkatkan penjualan ekspor monomer dan polimer dari Indonesia untuk meningkatkan neraca pembayaran negara.

Besarnya potensi market itu, mendorong pihak DBS untuk terus memperpanjang jalinan kerja sama. Bank DBS telah memberikan fasilitas kepada Chandra Asri, sebagai nasabah korporat sejak tahun 2005, dengan berbagai layanan perbankan, seperti digital banking, cash management, fasilitas perdagangan, treasury, debt capital market, dan pembiayaan yang berfokus pada kebutuhan Chandra Asri secara komprehensif.

“Rekam jejak Bank DBS yang sangat baik dalam memahami kebutuhan klien, menjalankan struktur yang kompleks, dikombinasikan dengan fokus mereka pada kemitraan jangka panjang telah dan terus menjadi elemen kunci dari kekuatan mereka,” pungkas Erwin.

Sementara itu Group Head of Institutional Banking Bank DBS, Tan Su Shan mengatakan bahwa pihaknya sangat senang karena dapat melanjutkan kemitraan yang panjang dengan Chandra Asri, sebagai perusahaan petrokimia terkemuka di Indonesia. Pembiayaan perdagangan yang terstruktur ini, telah memberikan Chandra Asri untuk mencapai skala, dan mendiversifikasi akses ke pembiayaan yang kompetitif.

“Kami berharap dapat terus bekerja dengan Perseroan dan membantu lebih banyak perusahaan dari Indonesia berkembang dan tumbuh secara internasional,” ujar Tan. (DIN/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Menperin Baru: Industri, Motor Ekonomi & Serap Tenaga Kerja
EKONOMI

Menperin Baru: Industri, Motor Ekonomi & Serap Tenaga Kerja

Jakarta, hotfokus.com Sektor industri menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan...

Penempatan Manajer KDKMP Bikin Heboh, Kemenkop Buka Fakta di Baliknya
EKONOMI

Penempatan Manajer KDKMP Bikin Heboh, Kemenkop Buka Fakta di Baliknya

Jakarta, Hotfokus.com Penempatan manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tengah menjadi sorotan...

EKONOMI

Perpres Ditandatangani, KDKMP Jadi Simpul Distribusi Barang Bersubsidi

Jakarta, Hotfokus.com Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)...

3 Jurus Buat Pacu Pertumbuhan Ekonomi. Investasi, Produktivitas dan Ekspor
EKONOMI

3 Jurus Buat Pacu Pertumbuhan Ekonomi. Investasi, Produktivitas dan Ekspor

Jakarta, hotfokus.com Pemerintah masih mengantisipasi ketidakpastian masalah terkait energi dan logistik akibat...