Home NASIONAL Terkait Saham Telkomsel di GoTo, GET One: Itu Murni Bisnis, Jangan Kaitkan ke Politik
NASIONAL

Terkait Saham Telkomsel di GoTo, GET One: Itu Murni Bisnis, Jangan Kaitkan ke Politik

Share
Terkait Saham Telkomsel di GoTo, GET One: Itu Murni Bisnis, Jangan Kaitkan ke Politik
Share

Jakarta, Hotfokus.com

Beberapa hari terakhir ramai polemik tentang penurunan nilai saham GoTo (Gojek Tokopedia Tbk), yang salah satu pemegang sahamnya adalah anak perusahaan BUMN, yakni Telkomsel.

Nama Menteri BUMN Erick Thohir ikut terbawa-bawa dalam proses investasi Telkomsel tersebut, karena pada saat Telkomsel berinvestasi pada GoTo, Erick merupakan pemegang tampuk tertinggi di BUMN.

Terkait hal ini, Ketua Umum Gerakan Transformasi Indonesia (GET One) Lukman Edy, menilai tudingan keterlibatan Erick Thohir itu tidak berdasar dan erat kaitannya dengan politik.

“Semua ini kan sengaja digoreng oleh pihak-pihak tertentu yang ingin mengaitkan ke politik. Padahal ini semua murni bisnis,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang dikutip, Jumat (20/5/2022).

Mengenai pergerakan saham GoTo yang mengalami penurunan, menurut Lukman itu hal yang biasa pada pasar saham.

“Harga saham naik turun, itu hal biasa dan tidak hanya dialami oleh GoTo. Kalau sekarang mengalami penurunan, nanti akan naik lagi. Dan pilihan Telkomsel untuk ikut berinvestasi pada GoTo itu tentunya sudah dengan perhitungan yang matang,” kata Mantan Menteri Kabinet Indonesia Bersatu tersebut.

Telkomsel sendiri sudah mulai berinvestasi di GoTo sejak tahun 2020 lalu, dan sudah sempat mendapatkan keuntungan sebesar Rp 473 miliar pada tahun 2021 lalu.
Keuntungan tersebut didapat dari pendapatan pelanggan baru mitra pengemudi Gojek melalui pembelian paket data Telkomsel.

“Itu juga menjadi alasan utama bagi Telkomsel untuk berinvestasi di GoTo, karena ada keterkaitan ‘core bisnis’. Jadi saya menilai, semua ini sengaja digoreng saja oleh pihak-pihak tertentu untuk menjatuhkan nama Pak Erick yang saat ini sedang berkibar sebagai capres yang elektabilitasnya terus meroket,” papar Lukman.

Aset Bangsa

Sementara itu, pasca mergernya Gojek dengan Tokopedia dengan nama GoTo, banyak investor besar yang ingin berinvestasi. Tidak saja dari dalam negeri, namun juga dari luar negeri, seperti Abu Dhabi Invesment Authority dan Temasek.

“Harusnya sebagai anak bangsa, kita semua bangga dengan gebrakan menteri BUMN Erick Thohir. Tidak membiarkan GoTo yang merupakan karya anak bangsa itu menjadi milik pihak luar. Ini sebuah bukti dan bakti beliau untuk Indonesia, harusnya kita apresiasi,” tukasnya.

“Kalau generasi milenial dan Gen Z pasti mengerti ini semua, bahwa bisnis digital adalah keharusan untuk diikuti seiring kemajuan zaman, bagi mereka pemimpin yang mengerti kondisi sekarang dan masa depan pasti mendukung lahirnya startup apalagi decacorn seperti GoTo. Tapi sayangnya ini dicoba digiring oleh pihak-pihak tertentu ke politik,” sambung Lukman.

Sebagai salah satu komunitas yang mengusung visi transformasi Erick Thohir, GET One menilai langkah Telkomsel sudah tepat dan penuh perhitungan. BUMN sebagai barometer bisnis di Indonesia mendorong perusahaan digital dalam negeri untuk berperan di negeri sendiri dengan langkah-langkah cerdas dan terukur, menjawab realita kehidupan yang semakin tergantung pada digitalisasi.

“Coba bayangkan, kalau Telkomsel tidak tertarik berinvestasi pada GoTo dan pihak asing yang membesarkan GoTo menjadi startup pertama decacorn Indonesia. Berapa banyak peluang ekonomi yang kemudian menjadi keuntungan pihak asing? Indonesia kembali menjadi penonton. Jadi sekali lagi, coba gali lagi nasionalisme kita, kebanggaan terhadap aset bangsa,” pungkasnya.

Sebagai informasi tambahan. Walau sempat mengalami penurunan, namun dalam dua hari terakhir pergerekan saham GoTo kembali menguat.(RAL)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
NASIONAL

Nelayan dari KNMP Bentenge Ekspor Perdana 1 Ton Ikan Segar ke Arab

Jakarta, hotfokus.com Keren, nelayan dari Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Bentenge, Kabupaten...

NASIONAL

Wamendag: Program B50 Tak akan Ganggu Ekspor Sawit ke Pakistan

Pakistan, hotfokus.com Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Dyah Roro Esti Widya Putri, menegaskan...

NASIONAL

Waspada, Informasi Pendaftaran Program Bantuan Subsidi Upah 2026

Jakarta, hotfokus.com Masyarakat diingatkan tidak tergiur terhadap informasi palsu atau hoaks terkait...

RI Betot Potensi Transaksi Rp1,16 Triliun di CAEXPO 2025 di Tiongkok
NASIONAL

Rantai Pasok Distribusi JadiKunci Stabilitas Harga Pangan

Bandung, hotfokus.com Bencana alam yang meluluhlantakan sejumlah wilayah di Sumatera dan Aceh...