JAKARTA – Sejumlah direksi PTPLN disebut-sebut akan diperiksa terkait kasus suap Pembangkit Listrik Tenaga Uap ( PLTU) Riau I.
Direktur berinisial IS dan Direktur anak usaha berinisial EA disebut-sebut akan dimintai keterangan.
Dari informasi yang berhasil dihimpun Hot Fokus, ada beberapa syarat yang sebenarnya tidak dipenuhi oleh pemenang tender.
Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun, kebutuhan batubara PLTU Riau I sekitar 100-120 juta metrik ton. Dari jumlah tersebut, pemenang tender hanya mampu memasok 80 juta metrik ton, namun tetap dimenangkan oleh PLN. Karenanya, untuk memenuhi kuota tersebut, pemenang tender mendapat pasokan dari pihak lain.
Proyek pembangunan PLTU Riau I ini telah menyeret sejumlah pejabat dalam kasus dugaan suap.
Setelah menangkap Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih karena diduga menerima suap sebesar Rp 4,8 miliar, KPK diketahui menggeledah rumah Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir.
Eni ditangkap bersama Johannes B Kotjo, salah satu pemegang saham Blackgold Natural Recourses Limited yang merupakan kontraktor PLTU Riau I. Uang Rp 4,8 miliar diduga merupakan bagian dari komitmen fee sebesar 2,5 persen atas proyek tersebut.
Blakgold melalui anak usaha yakni PT Samantaka Batubara, dengan PT Pembangkit Jawa-Bali (PJB), PT PLN Batu Bara, dan China Huadian Engineering pada akhir Januari 2018 telah menandatangani surat komitmen dengan PLN terkait jual beli listrik (PPA) untuk pembangunan proyek PLTU Riau I.
Perusahan konsorsium yang bentuk pada September 2017 tersebut berfungsi mengembangkan, membangun, mengoperasikan, dan memilihara tambang batu bara PLTU Riau I. PLTU mulut tambang, dengan kapasitas 2×300 megawatt (MW)
Proyek PLTU Riau I masuk dalam Rencana Umum Penyediaan Umum Tenaga Listrik (RUPTL) PLN tahun 2017. PLTU ini ditargetkan dapat beroperasi secara komersial pada 2020 mendatang dan membantu mengatasi defisit listrik di wilayah Riau.
Dalam keterangan tertulis pada Januari lalu, CEO Blackgold Philipp Rickard mengatakan bahwa Ini adalah yang terbesar sepanjang sejarah perjalanan BlackGold.
“Kita akan bekerja dengan sungguh-sungguh untuk menyelesaikan semua formalitas yang diperlukan menjelang penandatanganan akhir PPA dengan PLN,” katanya.
Saat ini, ,Blackgold melalui anak perusahaannya, PT Samantaka Batubara, memiliki konsesi batu bara untuk area seluas 15.000 hektar, dan memiliki lebih dari 500 juta ton sumber daya batu bara. (ACB)
Leave a comment