Jakarta, hotfokus.com
PT Pertamina (Persero) terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui program Ultra Mikro Pertamina Aksi (UMiMAX). Sebanyak 168 peserta kini resmi menjadi pelaku usaha mandiri setelah menyelesaikan rangkaian pelatihan dan pendampingan.
Program ini menyasar kelompok rentan, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah dan korban PHK, agar mampu membangun usaha berkelanjutan. Salah satu peserta, Ristianti, berhasil bangkit dari kehilangan pekerjaan hingga kini menjalankan bisnis sendiri.
Vice President CSR & SMEPP Management Pertamina, Rudi Arifianto, mengungkap mayoritas peserta berasal dari kalangan terdampak PHK.
“Sekitar 75 persen mitra UMiMAX merupakan korban PHK. Program ini menjadi komitmen Pertamina untuk mendorong perekonomian masyarakat melalui hibah sarana usaha, pelatihan, dan pendampingan,” ujarnya.
Program ini telah menjangkau sejumlah wilayah seperti Jabodetabek, Karawang, Subang, hingga Bandung. Jenis usaha yang dikembangkan pun beragam, mulai dari warmindo, kopi keliling, hingga mini ATM.

Dari sisi kinerja, para peserta mampu mencatat rata-rata omzet sekitar Rp30 juta per bulan.
“Total pendapatan peserta dari Januari hingga April 2026 mencapai Rp2,75 miliar dengan laba bersih Rp858 juta,” jelas Rudi.
Sementara itu, Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menilai UMiMAX mampu mempercepat kenaikan kelas pelaku usaha kecil.
“Wisuda ini diharapkan menjadi inspirasi agar pelaku usaha terus mengembangkan kapasitas dan menjadi wirausaha yang andal,” katanya.

Pertamina pun menargetkan ekspansi program ini dengan menjaring hingga 1.000 peserta sepanjang 2026, terutama di wilayah dengan tingkat kerentanan ekonomi tinggi. (*)
Leave a comment