Jakarta, hotfokus.com
PT PLN (Persero) berhasil menjaga stabilitas pasokan listrik nasional selama perayaan pergantian Tahun Baru 2026. Keberhasilan ini melanjutkan pengamanan kelistrikan yang sebelumnya juga berjalan lancar pada perayaan Natal 2025. Seluruh titik perayaan dan fasilitas strategis di berbagai daerah tercatat beroperasi normal tanpa gangguan, sehingga masyarakat dapat menyambut tahun baru dengan rasa aman dan nyaman.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa kesiapan sistem kelistrikan tersebut merupakan wujud pelaksanaan arahan pemerintah dalam memastikan layanan publik tetap andal saat terjadi lonjakan konsumsi. Ia menyampaikan rasa syukur karena masyarakat dapat merayakan momen akhir tahun tanpa kendala pasokan listrik.
Berdasarkan catatan PLN, puncak konsumsi listrik pada malam 31 Desember 2025 mencapai 40,23 gigawatt (GW), meningkat sekitar 3 persen dibandingkan periode sebelumnya. Adapun pada malam Natal, 24 Desember 2025, beban puncak tercatat lebih tinggi, yakni 44,5 GW atau naik sekitar 5,5 GW. Dengan kapasitas daya mampu pembangkit sebesar 70,8 GW, sistem kelistrikan nasional masih memiliki cadangan yang memadai untuk mengantisipasi lonjakan permintaan.
PLN menyiapkan pengamanan kelistrikan jauh sebelum periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) dimulai. Perusahaan menyusun perencanaan yang lebih terukur, memanfaatkan teknologi digital untuk memantau dan mengendalikan operasi, serta menempatkan personel siaga di seluruh wilayah kerja. Status siaga kelistrikan akan terus berlangsung hingga 8 Januari 2026.
Selama Nataru, PLN memfokuskan pengamanan pada 6.242 gereja saat perayaan Natal 2025. Sementara itu, menjelang dan saat malam Tahun Baru 2026, pengamanan diperluas ke 879 lokasi prioritas, mencakup bandara, pelabuhan, terminal, pusat perbelanjaan, kawasan wisata, serta titik-titik keramaian lainnya. Seluruh unit melaporkan bahwa lokasi prioritas tersebut beroperasi normal tanpa gangguan kelistrikan.
Untuk memastikan pasokan tetap andal, PLN mengerahkan sekitar 69 ribu personel yang disiagakan di 3.402 posko dan 137 command center di seluruh Indonesia. Personel tersebut didukung berbagai peralatan, mulai dari ribuan unit genset, UPS, gardu bergerak, hingga armada kendaraan operasional.
Selain kesiapan personel, PLN juga memastikan seluruh rantai sistem kelistrikan—dari pasokan energi primer, pembangkitan, transmisi, hingga distribusi—dalam kondisi optimal. Antisipasi terhadap cuaca ekstrem dilakukan melalui pengamanan berlapis dan prosedur penanganan gangguan yang cepat serta terkoordinasi. PLN juga menjalin koordinasi intensif dengan BMKG agar informasi prakiraan cuaca dapat dipantau secara real time melalui pusat kendali. (*)
Meta Deskripsi:
PLN sukses jaga keandalan listrik saat Tahun Baru 2026. Beban puncak capai 40,23 GW, pasokan aman hingga akhir periode Nataru.
Tag:
PLN, kelistrikan nasional, Tahun Baru 2026, Nataru, beban puncak listrik, sistem kelistrikan andal, Darmawan Prasodjo, listrik Indonesia
Leave a comment