PEKANBARU, Hotfokus.com
Peluang kerja kini terbuka lebih lebar bagi generasi muda Riau. PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan membekali puluhan anak muda dengan keahlian teknisi AC, sertifikasi kompetensi, hingga peralatan kerja.
Salah satu penerimanya ialah Almaida Romi, pemuda 19 tahun dari Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar. Setelah lulus sekolah pada 2026, Romi sempat kehilangan arah karena kondisi ekonomi keluarga tidak memungkinkan dirinya melanjutkan kuliah.
Ia juga merasa belum siap memasuki dunia kerja karena tidak memiliki keahlian khusus. Situasi itu berubah setelah Romi menemukan informasi Program Vokasi Nonmigas 2026 melalui media sosial.
“Begitu dinyatakan lulus seleksi, rasanya seperti diberi jalan terang,” ujar Romi.
Dari Pelatihan Jadi Modal Usaha
PHR bersama Balai Latihan Kerja (BLK) memberikan pelatihan teknisi AC secara intensif. Peserta tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga menjalani praktik perawatan dan perbaikan perangkat pendingin.
Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta mengikuti uji kompetensi dan memperoleh sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). PHR kemudian memberikan paket peralatan teknisi AC yang dapat menunjang aktivitas mereka di lapangan.

Bekal tersebut membuka dua pilihan bagi peserta. Mereka dapat mencari pekerjaan dengan kompetensi yang sudah tersertifikasi atau merintis usaha servis AC secara mandiri.
Kesempatan itu juga dimanfaatkan Lisna Sudensari, peserta berusia 20 tahun dari Bengkalis. Lisna justru melihat profesi teknisi AC sebagai peluang karier yang menarik bagi perempuan.
Selama pelatihan, ia terbiasa melakukan pekerjaan teknis seperti membersihkan AC menggunakan mesin steam, mengukur arus listrik dengan tang ampere, hingga bekerja menggunakan tangga.
“Justru di tengah sedikitnya perempuan yang jadi teknisi AC, ini adalah peluang karir yang besar. Perempuan jadi teknisi AC itu keren!” kata Lisna.
Program Vokasi PHR Makin Luas
PHR mengembangkan Program Vokasi Nonmigas untuk memperkuat keterampilan dan kemandirian ekonomi masyarakat di desa-desa Ring 1 wilayah operasionalnya.
Program tersebut pertama kali berjalan pada 2025 dengan 19 peserta di satu kabupaten. Pada 2026, cakupannya meluas ke Rokan Hulu, Kampar, Siak, dan Bengkalis dengan total 31 peserta.
Rangkaian program mencakup seleksi bersama BLK, pelatihan dasar, praktik teknis, hingga sertifikasi BNSP. Dengan bekal tersebut, peserta memiliki peluang untuk masuk industri sekaligus menciptakan pekerjaan sendiri.
Kepala Disnakertrans Riau Roni Rakhmat mengapresiasi kolaborasi PHR dan SKK Migas tersebut.
“Kegiatan seperti inilah yang sangat kita butuhkan, karena tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga secara langsung membuka peluang lapangan kerja bagi putra-putri Riau,” ujar Roni.
Ia meminta para peserta tidak menyia-nyiakan fasilitas yang telah mereka dapatkan.
“Ilmu, peralatan, hingga sertifikasi kompetensi resmi kini sudah di tangan Anda,” tegasnya.
Program ini ditutup melalui talkshow di Pekanbaru pada 31 Agustus 2026. Forum tersebut membahas kebutuhan kompetensi industri, peluang kerja, strategi usaha, serta langkah mengubah keterampilan menjadi sumber penghasilan. (***)
Leave a comment