Jakarta, hotfokus.com
Pemerintah langsung bergerak cepat menyikapi kecelakaan pesawat Indonesia Air Transport (IAT) rute Yogyakarta–Makassar yang dilaporkan putus kontak dan jatuh di wilayah pegunungan. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan, keselamatan tim evakuasi menjadi prioritas utama, bersamaan dengan investigasi yang dilakukan secara menyeluruh.
AHY menyampaikan duka mendalam atas insiden ini. Di saat yang sama, pemerintah memusatkan perhatian pada proses pencarian dan evakuasi dengan tingkat kehati-hatian tinggi, mengingat medan lokasi kejadian yang tidak mudah dijangkau.
“Hingga hari ini, pemerintah terus melakukan upaya evakuasi. Saya telah menerima laporan dari Menteri Perhubungan bahwa penerbangan dari Yogyakarta menuju Sulawesi Selatan menggunakan pesawat ATR dan sebenarnya sudah bersiap untuk mendarat, namun kemudian putus kontak,” ujar AHY, Senin (19/1/2026).
Menurut AHY, operasi di lapangan membutuhkan penanganan khusus karena pesawat berada di kawasan pegunungan. Kondisi geografis tersebut membuat setiap langkah evakuasi harus dilakukan dengan perhitungan matang demi menjaga keselamatan seluruh personel.
Terkait penyebab kecelakaan, AHY meminta publik menahan diri dari spekulasi. Pemerintah, kata dia, belum menarik kesimpulan apa pun sebelum investigasi resmi berjalan sesuai prosedur.
“Dari dokumentasi dan video yang kami lihat, lokasi kejadian berada di wilayah pegunungan. Oleh karena itu, penyebab utama insiden ini masih perlu diinvestigasi lebih lanjut, apakah terkait faktor cuaca atau faktor teknis lainnya,” tegas AHY.

Pemerintah memastikan proses investigasi berlangsung transparan dan komprehensif. Setiap perkembangan terbaru, lanjut AHY, akan disampaikan secara berkala berdasarkan laporan resmi dari otoritas terkait. (SA/GIT)
Leave a comment