Surakarta, Hotfokus.com
PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) mencatatkan prestasi di bidang kehumasan dengan meraih lima penghargaan dalam The 8th Anugerah Humas Indonesia (AHI) 2026. Capaian ini memperlihatkan peran komunikasi korporat dalam memperkuat hubungan dengan publik dan mendukung keberlangsungan bisnis hulu migas.
Penyelenggara menggelar malam penganugerahan di Balai Tawangarum, Kompleks Balai Kota Surakarta, pada 8 Oktober 2026. Mengangkat tema “Membangun Transparansi, Menguatkan Kepercayaan Publik”, AHI 2026 menerima 371 entri dari berbagai institusi di Tanah Air.
Lima Kategori Jadi Bukti Kiprah PHI
Lima penghargaan yang diraih PHI mencakup prestasi individu, pengelolaan media digital, media internal, hingga program komunikasi strategis.

Dua penghargaan individu diberikan kepada Ella Hapsari Hendratno dan Elis Fauziyah melalui kategori Kartini HUMAS INDONESIA (KaHI). Ella menang pada subkategori Generasi Milenial berkat opini “For Them, I Keep Growing”, sedangkan Elis meraih penghargaan subkategori Generasi X lewat tulisan “Bukan Sekadar Program, tetapi Perubahan Bagi Masyarakat”.
PHI juga mendapat pengakuan atas pengelolaan akun Instagram @phi.pertamina dalam kategori Kanal Digital subkategori Media Sosial. Selain itu, Tabloid Energia Kalimantan memenangkan kategori Media Internal subkategori Internal Magazine.
Penghargaan kelima diberikan kepada program “Transforming Issue Based Stakeholder Intelligence to Strengthen Sustainable Operations” pada kategori Program Kehumasan Pemerintah subkategori Korporasi Negara.
CEO HUMAS INDONESIA Asmono Wikan menilai partisipasi dalam AHI menunjukkan besarnya dedikasi para praktisi komunikasi dalam membangun keterbukaan dan kepercayaan masyarakat.
“Angka-angka ini bukan sekadar statistik. Ini adalah cerminan dari ratusan jam kerja, ribuan ide, dan tak terhitung dedikasi dari rekan-rekan humas di seluruh Indonesia, yang setiap hari berjuang membangun transparansi dan merawat kepercayaan publik terhadap institusi mereka masing-masing,” ujar Asmono.
Strategi Komunikasi Terhubung dengan Bisnis
Manager Communication Relations & CID PHI Dony Indrawan mengatakan perusahaan menempatkan komunikasi sebagai bagian penting dalam menjalankan strategi bisnis. Menurutnya, fungsi komunikasi kini tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membantu perusahaan membangun hubungan dengan para pemangku kepentingan.

“Komunikasi korporat tidak lagi sekadar aspek pendukung dalam menjalankan operasi hulu migas perusahaan, namun merupakan bagian terintegrasi dari strategi perusahaan dalam mengelola bisnis dan mencapai visinya,” jelas Dony.
Salah satu upaya yang dijalankan PHI ialah menerapkan pendekatan Stakeholder Intelligence. Melalui metode ini, perusahaan mengumpulkan dan menganalisis data mengenai pihak-pihak yang memiliki pengaruh terhadap kegiatan perusahaan maupun yang terkena dampak operasionalnya.
Analisis tersebut membantu PHI mengenali pemangku kepentingan prioritas dan merancang pola komunikasi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing pihak. Dengan demikian, perusahaan dapat mengarahkan program komunikasi secara lebih terukur dan tepat sasaran.
Di sisi lain, PHI menggunakan media sosial untuk memperkenalkan profil perusahaan serta memberikan informasi mengenai industri hulu migas melalui konten kreatif. Adapun Tabloid Energia Kalimantan berfungsi sebagai media internal untuk menyebarkan informasi, memperkuat komunikasi antarkaryawan, serta menumbuhkan motivasi di lingkungan kerja.
Dukung Keberlanjutan Operasi Hulu Migas
PHI merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina yang menjalankan kegiatan operasi hulu migas di Regional 3 Kalimantan. Wilayah operasinya mencakup Zona 8, Zona 9, dan Zona 10.
Sepanjang 2025, PHI membukukan produksi minyak sebesar 58 ribu barel per hari (MBOPD). Pada periode yang sama, produksi gas perusahaan mencapai 630 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).
Capaian produksi tersebut menjadi bagian dari kegiatan perusahaan dalam mendukung sektor energi. Dalam menjalankan operasinya, PHI bersama anak perusahaan, afiliasi, dan SKK Migas juga menyelaraskan kegiatan usaha dengan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).
Karena itu, perusahaan memandang komunikasi strategis sebagai salah satu cara untuk membangun pemahaman bersama dan menjaga hubungan positif dengan para pemangku kepentingan. Hubungan yang terjaga diharapkan turut mendukung keberlanjutan kegiatan operasional perusahaan.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap kanal, program, maupun gagasan komunikasi yang dihadirkan tidak berhenti pada penyampaian pesan, tetapi mampu membangun pemahaman dan hubungan positif yang mendukung keberlanjutan perusahaan,” pungkas Dony. (***)
Leave a comment