Home EKONOMI Pemerintah Terbitkan Komodo Bond
EKONOMI

Pemerintah Terbitkan Komodo Bond

Share
Share

JAKARTA — Untuk mencari dana bagi pembangunan infrastruktur, Indonesia menerbitkan obligasi luar negeri bernama Komodo Bond. Obligasi yang dilempar ke pasar internasional itu merupakan yang pertama bagi Indonesia. Menggunakan mata uang rupiah, Komodo Bond tercatat di London Stock Exchange, Rabu (13/12).

Komodo Bond diterbitkan pemerintah melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Jasa Marga, senilai Rp 4 triliun. Penerbitan itu sekaligus menjadikan Jasa Marga sebagai BUMN pertama di pasar efek internasional.

Sepulang mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa OKI, Presiden Joko Widodo mengatakan, Komodo Bond menambah akses likuiditas. “Ini membuktikan kepercayaan investor internasional memiliki minat tinggi terhadap investasi di Indonesia,” kata presiden di Jakarta.

Dengan banyaknya investor yang tertarik berusaha di Indonesia presiden berharap dapat mempercepat pembangunan infrastruktur dan membuka lapangan kerja, serta memperkenalkan mata uang rupiah ke investor internasional.

“Juga membuka akses ke sumber pendanaan baru guna membiayai pembangunan infrastruktur,” ujar Presiden Jokowi.

Nama Komodo Bond diambil dari nama hewan khas yang hanya terdapat di Indonesia, yakni Komodo. Penamaan obligasi itu mencontoh beberapa obligasi bermata uang lokal milik beberapa negara seperti Dim Sum Bond milik Tiongkok dan Masala Bond milik India.

Komodo Bond dengan jangka waktu tiga tahun ini bernilai Rp4 triliun (setara USD295,7 juta). Dana dari obligasi tersebut akan digunakan oleh Jasa Marga untuk mengakses investor global, melalui London Stock Exchange, guna mendukung rencana pembangunan infrastuktur di Indonesia dan mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.

Minat investor terhadap Komodo Bond milik Jasa Marga sangat tinggi, hal ini terlihat dari adanya kelebihan permintaan investor yang mencapai 4 kali nilai obligasi yang ditawarkan (oversubscribed).

Peluncuran komodo band dihadiri oleh Menteri BUMN Rini Soemarno, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso, Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani, Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wiroatmodjo, Direktur Utama BNI Achmad Baiquni dan Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir. (kn)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
EKONOMI

Rekening Nasabah Mandiri Diblokir, YLKI : Gerus Hak Konsumen

Jakarta, hotfokus.com Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyoroti kasus pemblokiran rekening nasabah...

EKONOMI

Perkuat Produk Koperasi dan UMKM, Festival Mbois Digelar Di Stadion Tertua

Malang, hotfokus.com Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono membuka Festival Mbois 11 di...

Penguatan Sektor Prioritas & Strategis Pacu Pertumbuhan Ekonomi
EKONOMI

Penguatan Sektor Prioritas & Strategis Pacu Pertumbuhan Ekonomi

Jakarta, hotfokus.com Pemerintah percepat penguatan sektor prioritas dan strategis untuk memacu pertumbuhan...

Ekonomi RI Tumbuh 5,5%, Investasi Jadi Penopang Ketahanan
EKONOMI

Ekonomi RI Tumbuh 5,5%, Investasi Jadi Penopang Ketahanan

Jakarta, Hotfokus.com Ekonomi Indonesia tumbuh 5,5 persen pada semester I 2026 di...