Home EKONOMI Pemerintah Tahun Depan Tak Lagi Impor Garam Konsumsi
EKONOMI

Pemerintah Tahun Depan Tak Lagi Impor Garam Konsumsi

Share
Pemerintah Tahun Depan Tak Lagi Impor Garam Konsumsi
Share

Jakarta, hotfokus.com

Pemerintah tahun depan tak lagi mengimpor garam konsumsi. “Dengan stok produksi 800 ribu ton, Indonesia mampu memenuhi kebutuhan garam konsumsi yang jumlahnya 500 ribu ton,” kata Menko Pangan, Zulkifli Hasan, dalam sambutan pada acara Indonesia Marine and Fishery Business Forum (IMBF) 2024 bertajuk Blue Food Competent Authority Dialogue, seperti dikutip Rabu (11/12/2024).

Karenanya, menko optimistis terhadap kemajuan sektor kelautan dan perikanan nasional untuk mencapai target swasembada pangan tahun 2027 mendatang.

Ia juga apresiasi program KKP merevitalisasi tambak Pantura Jawa untuk kegiatan budidaya nila salin seperti yang sudah berjalan pada modeling Budidaya Ikan Nila Salin (BINS) Karawang, Jawa Barat.

“Adopsi teknologi budidaya modern BINS pada program revitalisasi akan menghasilkan perikanan berkualitas dengan mutu yang teruji,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono, mengatakan potensi pangan biru akan dioptimalkan melalui pelaksanaan lima program ekonomi biru. Lewat program ini, produk perikanan di hulu yang ditopang kegiatan budidaya dan penangkapan ditransformasi pengelolaannya melalui kebijakan penangkapan ikan terukur berbasis kuota dan pembangunan modeling budidaya berkelanjutan.

Dua program tersebut sudah berjalan perairan timur Indonesia untuk penangkapan ikan terukur. Sedang modeling budidaya perikanan berkelanjutan telah menghasilkan rumput laut, udang, dan nila salin dengan kualitas ekspor.

Selain itu, Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BBPHMKP) melakukan penjaminan mutu produk perikanan yang dihasilkan. Badan ini bertugas memastikan bahwa semua produk perikanan Indonesia berkualitas dan aman konsumsi. “Ini yang terus kami kembangkan untuk swasembada. Dalam neraca komoditas, sektor perikanan pun selalu positif, surplus dan impornya sangat kecil untuk komoditas yang tidak ada di dalam negeri,” kata menteri. (bi)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Ekspor Rajungan Sulit Tembus Pasar AS Tanpa Certificate of Admissible
EKONOMI

Ekspor Rajungan Sulit Tembus Pasar AS Tanpa Certificate of Admissible

Jakarta, hotfokus.com Ekspor rajungan sulit menembus pasar Amerika Serikat (AS), jika pelaku...

EKONOMI

Menkeu: Jaga Ekonomi Tetap Tumbuh Tanpa Bahayakan APBN

Jakarta, hotfokus.com Pemerintah akan memberi suntikan berupa stimulus ekonomi agar perekonomian tetap...

EKONOMI

Pundi Cadangan Devisa Kian Tebal 156,5 Miliar Dolar AS

Jakarta, hotfokus.com Pundi cadangan devisa (cadev) pemerintah akhir Desember 2025 makin tebal....

PPN DTP dorong pasar properti. Rumah123 catat permintaan hunian baru naik 16,8% sepanjang 2025.
EKONOMI

Marketplace Properti Ungkap Efek Nyata PPN DTP, Permintaan Naik Dua Digit

Jakarta, hotfokus.com Insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) kembali membuktikan...