Home NASIONAL Pemerintah Serius Bahas Batas Maritim di Sulawesi
NASIONAL

Pemerintah Serius Bahas Batas Maritim di Sulawesi

Share
Share

JAKARTA — Kantor Utusan Khusus Presiden (UKP) bidang Penetapan Batas Maritim Republik Indonesia (RI)-Malaysia saat ini tengah mempersiapkan perundingan kedelapan batas maritim kedua negara, khususnya di Selat Sulawesi.

“Kemungkinan pasca-pemilu Malaysia di bulan Mei perundingan dengan Utusan Khusus Malaysia akan dilakukan,” kata Eddy Pratomo, Utusan Khusus Presiden Bidang Penetapan Batas Maritim RI-Malaysia, di kantornya Jl. Teuku Umar, Jakarta, Selasa (3/4/2018) siang.

Menunggu pelaksanaan perundingan kedelapan itu, menurut Eddy, kantor UKP PBM RI-Malaysia kini memformulasikan hasil bahasan tim teknis kedua negara yang dilaksanakan di Bandung awal Maret lalu, yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi dengan tim pakar yang digelar pertengahan bulan Maret, di Jakarta.

Dalam diskusi dengan tim pakar yang digelar di Jakarta itu hadir antara lain mantan Menlu Hasan Wirayuda, pakar hukum laut internasional Prof. Etty Agoes dan Prof. Hasjim Jalal, mantan Deputi Kedaulatan Maritim Kemenko Kemaritiman Prof. Dr. Havas Ogroeseno, dan ahli hukum internasional Prof. Hikmahanto Juwana.

Selain itu, menurut Eddy, pihaknya juga menawarkan dilaksanakannya informal meeting sebagai upaya lebih memperdalam persiapan perundingan formal dalam pembahasan yang akan dilakukanutusan khusus kedua negara.

“Informal meeting ini bisa dilaksanakan di Indonesia ataupun di Malaysia,” jelas Eddy seraya menambahkan, dirinya menunggu jawaban dari utusan khusus Malaysia terkait waktu yang pasti penyelenggaraan informal meeting itu,

Segmen Baru

Utusan Khusus Presiden bidang Penetapan Batas Maritim RI-Malaysia, Eddy Pratomo, menyampaikan bahwa usai perudingan kedelapan nanti maka pihaknya akan membuka segmen baru perundingan batas maritim dengan Malaysia.

“Perundingan kedelapan diharapkan dapat menuntaskan batas teritorial di segmen Laut Sulawesi. Selanjutnya, kita akan membuka babak baru perundingan dengan membahas area batas maritim di sekitar Laut Natuna,” jelas Eddy.

Untuk itu, menurut Eddy Pratomo, dalam waktu dekat pihaknya akan mengirimkan tim teknis inter kementerian untuk meninjau langsung batas maritim RI-Malaysia di Tanjung Datu, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Peninjauan ini, lanjut Utusan Khusus Presiden bidang Penetapan Batas Maritim RI-Malaysia itu, dimaksudkan untuk melihat secara langsung situasi dan konfigurasi pantai di sekitar lokasi yang akan dibahas, yakni di sekitar Natuna.

“Kita juga akan menyerap masukan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat, Pemkab Sambas, Universitas Tanjung Pura, dan pihak-pihak terkait lainnya yang terkait dengan kepentingan perundingan batas maritim RI-Malaysia di wilayah Laut Kalimantan Barat tersebut,” pungkas Eddy. (kn)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III 2021 Bergantung Perkembangan Varian Delta
NASIONAL

Pemerintah akan Bentuk BUMN Khusus Bidang Semikonduktor

Jakarta, hotfokus.com Industri elektronik menjadi salah sektor prioritas yang mendapat perhatian serius....

Mentan Amran menyita 133 ton bawang bombay ilegal dan menegaskan tak ada toleransi impor ilegal yang merugikan petani.
NASIONAL

Amran Geram! Impor Ilegal Bawang Ancam Petani, 133 Ton Disita dan Pelaku Diburu

Jakarta, hotfokus.com Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kembali mengirim sinyal keras ke...

Penjaminan dan asuransi ekspor dinilai krusial untuk menekan risiko perdagangan global di tengah gejolak geopolitik dan digitalisasi transaksi.
NASIONAL

Penjaminan Ekspor Jadi Andalan Hadapi Gejolak Perdagangan Global

Jakarta, hotfokus.com Dinamika perdagangan global yang makin kompleks menuntut pelaku usaha dan...

NASIONAL

Nelayan dari KNMP Bentenge Ekspor Perdana 1 Ton Ikan Segar ke Arab

Jakarta, hotfokus.com Keren, nelayan dari Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Bentenge, Kabupaten...