Home EKONOMI Pemerintah Berencana Bangun Bandara di Sukabumi
EKONOMI

Pemerintah Berencana Bangun Bandara di Sukabumi

Share
Share

BANDUNG — Setelah membangun Bandara Kertajati di Majalengka dan Pelabuhan Patimban, pemerintah merencanakan membangun Bandar Udara (Bandara) di Sukabumi, Jawa Barat.

Pembangunan infrastruktur transportasi yang lebih banyak dipandang perlu dilakukan di wilayah Jawa Barat. Provinsi itu selain merupakan daerah penyangga Jakarta, juga berpenduduk paling padat di Indonesia setelah DKI Jakarta. Jawa Barat saat ini dihuni sekitar 148 jiwa masyarakat.

Dikutip dari rilis Humas Kementerian Perhubungan, Kamis (19/7/18), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan, Pelabuhan Patimban lebih besar dari Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta. “Semua kapal besar dari Amerika, Eropa datang di sana. Barang-Barang dari seluruh Indonesia dikirim dari Pelabuhan Patimban ke Luar negeri. Ini merupakan pelabuhan internasional,” kata Menhub dalam Dialog Nasional Seri-16 di Bandung, Jawa Barat, Rabu (18/7/19).

Pelabuhan Patimban yang ditargetkan selesai pada tahun 2020 diyakini Menhub akan memperlancar arus barang serta logistik bagi industri-industri di Jawa Barat serta memberikan kemakmuran bagi masyarakat provinsi itu.

Selain Pelabuhan Patimban, terdapat juga Bandara Kertajati sebagai Bandara Internasional Jawa Barat yang telah diresmikan pada bulan Mei lalu.

“Jadi kalau mau pergi ibadah haji, umrah atau wisata bisa dari Bandara Kertajati. Ini memang suatu keinginan dari Pemerintah untuk memberikan fasilitas transportasi bagi masyarakat,” ungkap Menhub.

Bandara Sukabumi

Lebih lanjut Menhub Budi K. Sumadi menambahkan, pembangunan infrastruktur transportasi juga dilakukan di Sukabumi diantaranya pembangunan jalur ganda KA Bogor-Sukabumi dan pembangunan Bandara di Sukabumi.

“Saya dapat keluhan bahwa waktu tempuh dari Jakarta sampai Sukabumi hingga 6 jam. Ini kami bangun kereta api dengan 2 jalur. Jika selesai, kalau sekarang waktu tempuh dari Bogor ke Sukabumi kira-kira 3-4 jam, nanti kira-kira 45 menit,” kata Menhub.

Selain fasilitas kereta api, untuk meningkatkan mobilitas masyarakat pemerintah akan membangun Bandara di Sukabumi. Seperti halnya Pelabuhan Patimban, Bandara Sukabumi direncanakan rampung tahun 2020.

“Jadi Jakarta ke Sukabumi hanya 30 menit,” ucapnya.

Menhub meyakini dengan pembangunan fasilitas transportasi tersebut akan menjadikan Sukabumi sebagai pusat pariwisata di Jawa Barat.

Bandung punya LRT

Kemudian pada wilayah kota Bandung, Menhub mengatakan akan membangun Light Rail Transit (LRT). Fasilitas transportasi ini akan memberi kemudahan bagi masyarakat dan mengurangi kepadatan lalu lintas di Bandung.

“Kalau mau jalan-jalan nanti di Bandung juga ada kereta api. Untuk kota Bandung ada LRT metro kapsul, kereta cepat dengan monorail dari Jakarta ke Bandung dan juga berkeliling di kota Bandung juga lebih mudah. Tujuannya naik mobil dan sepeda motor menyebabkan macet, nanti dengan monorail lebih murah dan ramah lingkungan,” urai Menhub.

Untuk itu, Menhub berharap peran serta masyarakat Jawa Barat dalam mendukung pembangunan pemerintah dan mempergunakan fasilitas transportasi tersebut dengan baik.

“Kita harapkan masyarakat Jawa Barat aktif untuk mendukung pembangunan yang dilakukan pemerintah, serta berpartisipasi untuk bersama sama mengembangkan atau mempergunakan,” tutup Menhub.

Turut hadir dalam acara tersebut yaitu Penjabat Gubernur Jawa Barat Komisaris Jenderal Polisi Mochamad Iriawan, kalangan pengusaha, perguruan tinggi, akademisi, dan masyarakat umum. (kn)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Ekspor Rajungan Sulit Tembus Pasar AS Tanpa Certificate of Admissible
EKONOMI

Ekspor Rajungan Sulit Tembus Pasar AS Tanpa Certificate of Admissible

Jakarta, hotfokus.com Ekspor rajungan sulit menembus pasar Amerika Serikat (AS), jika pelaku...

EKONOMI

Menkeu: Jaga Ekonomi Tetap Tumbuh Tanpa Bahayakan APBN

Jakarta, hotfokus.com Pemerintah akan memberi suntikan berupa stimulus ekonomi agar perekonomian tetap...

EKONOMI

Pundi Cadangan Devisa Kian Tebal 156,5 Miliar Dolar AS

Jakarta, hotfokus.com Pundi cadangan devisa (cadev) pemerintah akhir Desember 2025 makin tebal....

PPN DTP dorong pasar properti. Rumah123 catat permintaan hunian baru naik 16,8% sepanjang 2025.
EKONOMI

Marketplace Properti Ungkap Efek Nyata PPN DTP, Permintaan Naik Dua Digit

Jakarta, hotfokus.com Insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) kembali membuktikan...