Home NASIONAL Pasar Saham Babak Belur Imbas Sentimen MSCI
NASIONAL

Pasar Saham Babak Belur Imbas Sentimen MSCI

Share
Ilustrasi IHSG anjlok 10,76 persen di tengah kekhawatiran perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI.
Share

Jakarta, Hotfokus.com

Usulan MSCI untuk menurunkan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market menjadi peringatan bagi pemerintah dan otoritas untuk mempercepat pembenahan pasar modal. MSCI menyoroti transparansi struktur kepemilikan, konsentrasi saham, dugaan perdagangan terkoordinasi, serta penegakan aturan.

Imbas dari hal itu membuat IHSG babak belur hingga sesi I yang tercatat melemah 630 poin, setara 10,76% ke level 5.233 dari posisi sebelumnya di 5.863.

Pendiri Republik Investor Hendra Wardana menilai persoalan tersebut menunjukkan tekanan terhadap IHSG tidak lagi sekadar dipengaruhi faktor teknikal dan aksi jual asing, tetapi telah menyentuh kepercayaan investor global.

“Menurut saya, pemerintah dan otoritas tidak cukup hanya mengumumkan reformasi, tetapi harus membuktikan bahwa aturan benar-benar dijalankan dan mampu memperbaiki kualitas pasar,” kata Hendra, Jumat (16/10/2026).

Jika Indonesia masuk kategori Standalone, pasar saham domestik akan keluar dari indeks Emerging Market maupun Frontier Market MSCI. Kondisi ini berpotensi mendorong investor global menyesuaikan portofolio.

Hendra menilai tekanan terhadap kepercayaan investor juga dapat meningkat jika persoalan tata kelola pasar modal beriringan dengan kekhawatiran terhadap disiplin fiskal, stabilitas rupiah dan konsistensi kebijakan ekonomi. Menurutnya, kunci utama pemulihan indeks terletak pada konsistensi pelaksanaan dan hasil yang terukur.

Proses MSCI sendiri belum final. Konsultasi berlangsung hingga April 2027, sementara keputusan reklasifikasi dijadwalkan paling lambat akhir Juni 2027.

“Valuasi saham yang murah tidak otomatis menarik jika risiko tata kelola dan ketidakpastian kebijakan masih tinggi. Pasar membutuhkan pembuktian, bukan sekadar optimisme,” tegas Hendra. (DIN/GIT)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Penerimaan Bea Cukai Tembus Rp240 Triliun, Rokok Ilegal 1,3 Miliar Batang Disita!
NASIONAL

Penerimaan Bea Cukai Tembus Rp240 Triliun, Rokok Ilegal 1,3 Miliar Batang Disita!

Jakarta, hotfokus.com Penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp240,1 triliun hingga akhir September...

NASIONAL

Hotspot Karhutla Anjlok 77,5%, Sumatera Selatan Justru Jadi Sorotan!

Jakarta, Hotfokus.com Titik panas atau hotspot yang menjadi indikasi kebakaran hutan dan...

Investasi ke Obligasi Dilirik, HR dan HPE Emas Mendelik
NASIONAL

Investasi ke Obligasi Dilirik, HR dan HPE Emas Mendelik

Jakarta, hotfokus.com Banyak orang berduit lebih melirik obligasi untuk investasi ketimbang mengalihkan...

Industri Ngeluh Harga Bahan Baku Lokal Mahal. Kemenperin Akan Beri Solusi!
NASIONAL

Industri Ngeluh Harga Bahan Baku Lokal Mahal. Kemenperin Akan Beri Solusi!

Jakarta, hotfokus.com Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan memberi solusi terhadap keluhan pelaku industri...