Jakarta, hotfokus.com
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengaku program pompanisasi yang digagasnya terbukti mampu mendongkrak produksi padi secara signifikan.
Data Kerangka Sampling Area (KSA) yang diterbitkan BPS menyebutkan produksi beras pada Agustus sebanyak 2,84 juta ton, September diproyeksikan 2,87 juta ton, dan Oktober 2,59 juta ton. “Ini jauh lebih besar dibanding produksi beras selama 5 tahun terakhir di bulan yang sama,” katanya, dalam keterangannya, Rabu (18/9/2024).
Selain produksi meningkat, mentan pemanfaatan teknologi digital untuk efisiensi penggunaan air irigasi kian memperkuat optimisme untuk mencapai kembali swasembada pangan.
Dengan sinergi antara teknologi dan metode modern yang terbukti efektif, Indonesia berada di jalur yang tepat untuk meraih keberhasilan dalam sektor pertanian padi. Karena itu, pihaknya akan terus berinovasi dan mengimplementasikan solusi terbaik demi ketahanan pangan nasional.

Amran mengungkap program pompanisasi ini selaras dengan metode modernisasi pertanian padi di Arkansas, Amerika Serikat yang menerapkan teknik pompanisasi serupa dengan praktik teruji di Delta Arkansas.
Delta Arkansas dikenal sebagai pusat utama produksi padi di AS ini memiliki kombinasi tanah subur, iklim yang mendukung dan sumber daya air melimpah dari Sungai Arkansas, Sungai Missisipi, dan Sungai White. Tanah aluvial di Dataran Aluvial Mississippi yang terkenal dengan kemampuan retensi air yang baik sangat vital untuk pertanian padi.
Di Arkansas, pembangunan stasiun pompa modern dengan kapasitas besar menjadi pilihan strategis untuk memompa air dari sungai dan air tanah.
Air tersebut didistribusikan langsung ke lahan pertanian padi melalui sistem saluran air, kanal, pipanisasi serta waduk dan embung penampung. Sistem ini memastikan pasokan air yang stabil, bahkan selama musim kemarau panjang. (bi)
Leave a comment