Home EKONOMI Menkeu: Ada Dua Persyaratan Jadi Negara Berpendapatan Tinggi
EKONOMI

Menkeu: Ada Dua Persyaratan Jadi Negara Berpendapatan Tinggi

Share
Menkeu Sri Mulyani Indrawati menjawab wartawan usai menghadiri pembukaan Rakernas Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2017, di Istana Negara, pada hari Kamis (14/9) pagi. (Foto: JAY/Humas)
Share

Jakarta, hotfokus.com

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, mengungkap ada dua persyaratan untuk menjadi negara maju atau negara berpendapatan tinggi. Selain keuangan negara sehat, tetap sustainable, juga dibutuhkan kepastian hukum (enforcement) yang kredibel.

“Harus ada hubungan kuat antara Kemenkeu dan Kejaksaan Agung (Kejagung),” katanya, saat menghadiri Rapat Kerja Nasional Kejaksaan, Selasa (14/1/2025).

Karena itu, bendahara negara tersebut perlu meningkatkan kerjasama lebih kuat untuk membangun tata kelola yang baik dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga bisa mencapai cita-cita menjadi negara maju.

Ia menilai Kejaksaan Agung memiliki peran penting menciptakan kepastian hukum yang kredibel agar Indonesia bisa terlepas dari middle income trap dan menjadi negara berpendapatan tinggi.

Jadi dari sisi hukum, menteri menjelaskan tak hanya menciptakan keamanan, kenyamanan, tapi juga ada kepastian.

“Kemenkeu dan Kejaksaan Agung menjadi dua institusi yang menentukan Indonesia itu mau virtuous cycle atau vicious cycle. Kita akan ke bawah atau ke atas,” tegas menteri.

Dengan ada sinergi antara Kementerian Keuangan dan Kejaksaan Agung juga bisa mencegah terjadinya praktik korupsi. Sebab tata kelola yang baik bisa dibangun kedua institusi ini untuk mencegah terjadinya praktik korupsi.

“Kalau ada masalah dilakukan perbaikan. Kita laksanakan sistem itu kemudian diawasi bersama. Bagaimana kita bisa bekerja sama menciptakan pencegahan. Kita juga bisa menciptakan kepastian, tapi pada saat yang sama birokrasi juga bisa berjalan dengan baik,” ucapnya.

Untuk itu, menteri mengingatkan Kejaksaan Agung agar semakin menguatkan pengelolaan anggaran untuk memperbaiki kinerja pegawai dan institusinya.

“Perekonomian membutuhkan suatu pengaturan yang makin kompleks dan makin sophisticated. Maka, kemampuan kita untuk mendesain suatu tata kelola yang baik, sistem kontrak yang baik, dan enforcement yang berwibawa dan efektif itu menjadi sangat penting,” tandasnya. (bi)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
EKONOMI

Wamenkeu Juda: APBN 2026 Berjalan On Track dan Terukur

Jakarta, hotfokus.com Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Juda Agung, mengungkap pembiayaan Anggaran Pendapatan...

EKONOMI

BI: Jumlah Uang Beredar Naik10 Persen Pada Januari 2026

Jakarta, hotfokus.com Bank Indonesia (BI) mencatat jumlah uang beredar (M2) pada Januari...

EKONOMI

Menkeu: Ekonomi 2026 Bakal Tumbuh 6 Persen

Jakarta, hotfokus.com Kondisi ekonomi pada triwulan IV-2025 yang tumbuh 5,39 persen menjadi...

BI Rate tertahan di 4,75%! Gubernur BI Perry Warjiyo jaga stabilitas Rupiah dan siapkan ruang penurunan bunga kredit. Cek detailnya di sini!
EKONOMI

BI Rate Tetap 4,75 Persen! Cek Nasib Cicilan dan Tabungan Anda di Februari 2026

Jakarta, hotfokus.com Kabar penting buat kamu yang sedang memantau bunga KPR atau...