Oleh : Hasanul Batubara
Di tengah sorotan tajam publik terhadap keselamatan pelayaran nasional, nama Lollan Andy Sutomo Panjaitan, S.T., M.T., muncul ke permukaan.
Bukan karena sensasi, melainkan karena amanah besar yang kini dipikulnya.
Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi , resmi mengganti Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud pada 18 September 2026. Pergantian itu terjadi di tengah rentetan insiden kecelakaan kapal, termasuk terbaliknya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa.
Kementerian menyebutnya sebagai evaluasi manajerial dan penyegaran organisasi, sementara investigasi diserahkan kepada KNKT.
Di masa transisi yang krusial inilah, Lollan ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Hubla. Jabatan definitifnya adalah Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dengan pangkat Pembina Tk.I (IV/b).
Lahir pada 25 Januari 1971, Lollan adalah birokrat teknokrat. Ia meraih gelar Sarjana Teknik Sipil dari Universitas Indonesia dan Magister Teknik dari Institut Teknologi Bandung. Namun di balik rekam jejak akademis yang mentereng itu, tersimpan sisi lain yang jarang diketahui publik: ia pernah belajar teologi di STT Doulus, kelas extension. Pilihan itu bukan kebetulan.

Kami dulu sama-sama mahasiswa kelas profesional di STT Doulos.
Saya menggambarkan Lollan sebagai sosok rendah hati, penolong, dan peduli pada sesama.
Rumahnya masa awal pernikahannya di bilangan Caman, Kalimalang, justru ditempati para mahasiswa STT Doulus.
Lollan sendiri, di awal menikah dengan seorang dokter boru Siagian, tinggal di rumah tersebut bersama para mahasiswa teologi itu.
Kepeduliannya tak berhenti di situ. Orangtuanya yang tinggal di Sumur Batu, Jakarta Pusat, ayahnya dulu berkarier di PU , ibunya boru Siagian dikenal hangat menyambut setiap orang yang meminta tolong pada keluarga ini.
Lollan anak bungsu dari dua bersaudara, abang seorang jaksa. Dalam keluarga itu tumbuh dalam nilai pelayanan.
Meski sempat mendalami teologi, Lollan memilih fokus menata karier di Kementerian Perhubungan.
Sebelum dipercaya sebagai Plt Dirjen Hubla, ia aktif mengawasi operasional angkutan laut, dari peninjauan mudik Lebaran hingga pembinaan internal.
Kini tugas berat menantinya: memperkuat pengawasan keselamatan pelayaran, memastikan kelaiklautan kapal, dan membenahi sistem manifest penumpang. Publik menaruh harapan, di tangan birokrat yang rendah hati dan berhati melayani ini, marwah keselamatan laut Indonesia dapat dipulihkan.[•]
Leave a comment