Jakarta, hotfokus.com
Libur Imlek 2026 bukan sekadar momen perayaan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi nasional. Kadin Indonesia mencatat potensi perputaran uang selama periode ini menembus lebih dari Rp9 triliun, didorong lonjakan mobilitas dan konsumsi masyarakat.
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, menjelaskan aktivitas perjalanan meningkat tajam, terutama dari Bandara Soekarno-Hatta. Jumlah penumpang diperkirakan mencapai 1.744.820 orang yang terbang ke berbagai kota besar seperti Medan, Semarang, Surabaya, Banjarmasin, Pontianak, Bali, dan Palembang.
Mobilitas darat juga ikut melonjak. Penumpang kereta api menuju kota-kota di Pulau Jawa hampir menyentuh 1 juta orang. Selain itu, tren penggunaan kereta cepat juga menunjukkan lonjakan signifikan.
“Penumpang kereta api cepat Woosh naik 25% mencapai 25 ribu selama libur Imlek. Yang bepergian membawa kendaraan pribadi data dari Jasamarga diperkirakan 1,6 juta kendaraan, dimana lebih kurang 831.000 diperkirakan meninggalkan Jabodetabek,” kata Sarman, Selasa (17/02/2026).
Tidak hanya sektor transportasi, industri pariwisata dan ritel ikut menikmati lonjakan permintaan. Destinasi wisata, pusat perbelanjaan, kuliner, logistik, hingga penjual pernak-pernik Imlek mencatat kenaikan omzet sekitar 30 persen selama periode perayaan.
Menurut Sarman, besarnya aktivitas ekonomi ini tidak lepas dari jumlah masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia yang mencapai 11,25 juta orang. Perayaan Imlek tidak hanya dirayakan umat Konghucu, tetapi juga masyarakat Tionghoa lintas agama, sehingga dampak ekonominya semakin luas.
“Perkiraaan atau potensi perputaran uang selama perayaan dan libur Imlek tahun 2026 diperkirakan mencapai 9 triliun lebih,” ujarnya.
Momentum ini diperkirakan akan memperkuat konsumsi rumah tangga, yang menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional. Bahkan, kondisi ini dinilai menjadi modal penting untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 sebesar 5,5 persen.

Sarman menambahkan, setelah Imlek, Indonesia akan memasuki Ramadan dan Idul Fitri, yang dikenal sebagai periode dengan perputaran uang terbesar sepanjang tahun. Kombinasi momentum ini memperkuat optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi nasional 2026 di kisaran 5,4 hingga 5,6 persen. (SA/GIT)
Leave a comment