Jakarta, hotfokus.com
Kinerja PT Elnusa Tbk sepanjang 2025 menunjukkan tren positif. Perusahaan jasa energi ini mencatatkan pendapatan Rp14,50 triliun atau naik 8,25 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Data laporan keuangan yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia pada Kamis (5/4/2026) memperlihatkan bahwa lonjakan pendapatan terutama datang dari aktivitas distribusi serta logistik energi, termasuk layanan di sektor hulu migas.
Pertumbuhan bisnis tersebut langsung berdampak pada peningkatan laba kotor perusahaan. Sepanjang 2025, laba bruto Elnusa tercatat mencapai Rp1,45 triliun, meningkat dari Rp1,32 triliun pada 2024.
Di sisi lain, beban pokok pendapatan juga ikut meningkat menjadi Rp13,05 triliun. Meski demikian, perusahaan yang berada dalam ekosistem Pertamina Hulu Energi ini tetap mampu menjaga profitabilitas.
Elnusa menutup tahun dengan laba bersih Rp718,4 miliar atau tumbuh tipis 0,7 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Manajemen Elnusa menyampaikan bahwa kinerja tersebut juga terlihat dari pertumbuhan laba sebelum pajak.
“Laba sebelum pajak juga naik menjadi Rp912,76 miliar, mendorong kenaikan laba per saham dasar menjadi Rp98,43,” demikian keterangan manajemen Elnusa.
Tidak hanya di sisi laba, kondisi neraca perusahaan juga menunjukkan penguatan. Total aset Elnusa meningkat menjadi Rp10,96 triliun. Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan aset tetap serta aset hak-guna yang menopang operasional bisnis.
Sementara itu, liabilitas perusahaan justru mengalami penurunan. Nilainya turun sekitar 1,36 persen menjadi Rp5,65 triliun. Penurunan ini terjadi setelah perusahaan menyelesaikan pelunasan sukuk serta menekan utang usaha.
Dengan berkurangnya kewajiban dan meningkatnya aset, posisi ekuitas perusahaan ikut menguat. Sepanjang 2025, ekuitas Elnusa tercatat naik 8,38 persen menjadi Rp5,31 triliun. Kenaikan ini sejalan dengan bertambahnya saldo laba yang belum dicadangkan.
Di sisi arus kas, aktivitas operasi perusahaan memang sedikit mengalami penurunan. Arus kas operasi tercatat Rp1,69 triliun, lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya.
Selain itu, posisi kas akhir tahun juga turun menjadi Rp2,70 triliun. Meski demikian, kondisi keuangan perusahaan secara keseluruhan tetap stabil.

Kinerja tersebut menunjukkan bahwa Elnusa masih mampu menjaga fundamental bisnis di tengah dinamika industri energi. Dukungan sektor distribusi energi, logistik, serta layanan hulu migas menjadi faktor utama yang menjaga pertumbuhan perusahaan sepanjang 2025. (*)
Leave a comment