Home NASIONAL Komisi V DPR Minta Pemerintah Tambah Anggaran Alat Deteksi Bencana
NASIONAL

Komisi V DPR Minta Pemerintah Tambah Anggaran Alat Deteksi Bencana

Share
Share

Jakarta, hotfokus.com

Pemerintah diminta untuk menambah anggaran pengadaan alat deteksi bencana untuk anggaran tahun 2019, guna untuk meingkatkan kinerja Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Demikian dikatakan Ketua Komisi V DPR Fary Djemi Francis, ketika menanggapi pemerintah yang memotong anggaran yang diusulkan BMKG. Menurut Fary,  dari Rp 2,9 triliun anggaran yang diajukan BMKG pada APBN 2019, pemerintah hanya mengalokasikan sebesar Rp 1,7 triliun.

“Hampir semua Komisi V ini meminta keseriusan pemerintah untuk menambahkan anggaran berkaitan dengan audit, pengadaan deteksi gempa dan tsunami. Tapi anggaran di tahun 2019 itu, baik BMKG maupun Basarnas, itu tidak naik,” kata Fary di Jakarta, Senin (24/12/2018).

Fary menyayangkan pemerintah belum melihat hal ini sebagai prioritas. Padahal, menurut dia, perbaikan alat-alat deteksi bencana begitu penting bagi keselamatan masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana. Fary mengatakan, seharusnya bencana di Palu menjadi pembelajaran bagi pemerintah.

“Kita tidak bisa lagi, bencana Palu seharusnya sudah menjadi pembelajaran kita. Kita sudah harus serius, anggaran BMKG dan Basarnas malah tidak ada penambahan,” ujar Fary.

Mengenai rencana Jokowi memperbarui alat pendeteksi tsunami pada 2019, ia menilai, komitmen yang sama harus ditunjukkan oleh lembaga terkait. Menurut dia, tak ada penambahan anggaran untuk itu pada tahun depan. “Tidak ada penambahan. Maka semua fraksi meminta kepada pemerintah untuk menambah anggaran,” kata dia.

Hingga Senin (24/12/2018) pukul 07.00 WIB, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tsunami di Selat Sunda telah mengakibatkan 281 orang meninggal dunia, 1.016 orang luka-luka, 57 orang hilang dan 11.687 orang mengungsi.

Kerusakan fisik meliputi 611 unit rumah rusak, 69 unit hotel-vila rusak, 60 warung-toko rusak, dan 420 perahu-kapal rusak. Korban dan kerusakan ini terdapat di 5 kabupaten terdampak yang terletak Provinsi Banten dan Lampung yang berdekatan dengan pesisir Selat Sunda, yaitu Pandeglang, Serang, dan Lampung Selatan. (Mul)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
NASIONAL

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan Di Level 5,75 Persen

Jakarta, hotfokus.com Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate...

Kemenperin: Tak Ada Tambahan Kuota dan Pasokan Gula Kristal Mentah
NASIONAL

Kemenperin: Tak Ada Tambahan Kuota dan Pasokan Gula Kristal Mentah

Jakarta, hotfokus.com Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan tak ada tambahan kuota dan alokasi...

ASPIRASI Desak Perlindungan Pekerja di Tengah Transformasi Digital Sektor Keuangan
NASIONAL

ASPIRASI Desak Perlindungan Pekerja di Tengah Transformasi Digital Sektor Keuangan

Jakarta,Hotfokus.com Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (ASPIRASI) mendesak DPR RI dan regulator...

NASIONAL

Pemerintah Terus Kejar Pengemplang Utang BLBI

Jakarta, hotfokus.com Pemerintah akan terus mengejar para pengemplang Bantuan Likuiditas Bank Indonesia...