Jakarta, hotfokus.com
Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkap banyak menerima aduan atau laporan terkait transaksi perdagangan melalui sistem elektronik (daring) selama 2025 lalu. Tercatat ada 7.836 dari 7.887 aduan atau laporan.
“Dengan kata lain, 99 persen dari jumlah layanan konsumen yang masuk selama 2025 merupakan permasalahan konsumen yang bersumber dari transaksi daring,” kata Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kemendag, Moga Simatupang, dalam keterangannya Senin (12/1/2026).
Dari sektor sistem pembayaran, ia menyebut aduan atau laporan konsumen lebih banyak terkait isi ulang saldo serta kendala penggunaan paylater dan kartu kredit.
Disebutkan aduan atau laporan konsumen di sektor elektronik dan kendaraan bermotor lebih banyak mengenai barang tidak sesuai dengan yang dijanjikan, barang mengalami kerusakan dan kendala klaim garansi ke pusat layanan (service center).
Dari pengaduan yang masuk ke Kemendag sepanjang 2025 tercatat nilai transaksi konsumen mencapai Rp18.194.348.894.
Jumlah ini meningkat 379 persen dibanding transaksi konsumen pada 2024 yang hanya tercatat Rp3.797.573.216.
Dengan meningkatnya angka ini, menurut Moga, mengindikasikan bahwa indeks keberdayaan konsumen Indonesia sudah berada pada level kritis. Konsumen berani menyuarakan permasalahan dan memperjuangkan haknya melalui jalur yang tepat.

“Untuk menangani pengaduan konsumen tersebut, Kementerian Perdagangan berkolaborasi dengan kementerian/lembaga terkait lainnya guna memastikan keluhan dan permasalahan konsumen dapat diselesaikan dengan baik,” katanya. (bi)
Leave a comment