Home EKONOMI Jokowi Siapkan Insentif Mobil Listrik
EKONOMIOTOMOTIF

Jokowi Siapkan Insentif Mobil Listrik

Share
Share

JAKARTA — Rekomendasi Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tentang pemberian insentif tax holiday buat produsen otomotif yang mendukung industrialisasi kendaraan listrik sebentar lagi menemui titik terang.

Presiden Joko Widodo mengaku sedang menyiapkan skema insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil listrik. “Sedang kita siapkan insentifnya,” tegas Jokowi usai membuka pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Kamis (2/8/2018).

Kementerian Perindustrian meyakini regulasi tentang hal itu bakal terbit pada bulan ini.
Kemenperin telah mempersiapkan pengembangan kendaraan listrik di dalam negeri lewat peta jalan Low Carbon Emission Vehicle (LCEV). Di dalamnya meliputi pengembangan low carbon untuk mesin konvensional pada Low Cost Green Car (LCGC) dan berteknologi hibrida-listrik, serta zero carbon buat kendaraan listrik atau fuel cell listrik.

Tax holiday atau fasilitas libur Pajak Penghasilan (PPh) badan yang direkomendasikan Kemenperin ditujukan untuk produsen kendaraan listrik serta perusahaan yang mengembangkan teknologi baterai dan penggerak motor listrik. Usaha ini dikatakan agar membentuk struktur manufaktur serta memacu produktivitas dan meningkatkan daya saing.

“Rencananya insentif tersebut keluar pada Agustus ini, bersamaan dengan insentif lainnya, termasuk yang super deductable tax untuk vokasi dan inovasi,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Presdir PT Toyota Mannufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono mengungkapkan, rencana pemerintah yang membahas beragam insentif untuk pengembangan mobil listrik menjadi angin segar bagi industri automotif nasional. “Tentu upaya ini merupakan hal yang positif bagi industri automotif,”tegasnya.

Pemerintah, lanjut dia, juga perlu mensinergikan kebijakan-kebijakan yang disiapkan dengan pengembangan infrastruktur mobil listrik. “Jadi nantinya jalan bersamaan antara regulasi dan infrastruktur,”tegasnya.

Warih mengatakan, saat ini pemerintah sedang melakukan riset dengan melibatkan industri serta akademisi untuk mengetahui respons masyarakat terhadap mobil listrik. “Pada 8 Agustus nanti akan diketahui hasilnya,”tuturnya.

Executive General Manager Toyota Astra Motor (TAM) F Soerjopranoto menambahkan, dari sisi teknologi, Toyota sudah siap. “Teknologi sudah ada, jaringan (diler) sudah ada. Kami sudah siap dan industri sudah siap (memproduksi dan memasarkan) mobil listrik,”tegasnya. (acb)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Menperin Baru: Industri, Motor Ekonomi & Serap Tenaga Kerja
EKONOMI

Menperin Baru: Industri, Motor Ekonomi & Serap Tenaga Kerja

Jakarta, hotfokus.com Sektor industri menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan...

Penempatan Manajer KDKMP Bikin Heboh, Kemenkop Buka Fakta di Baliknya
EKONOMI

Penempatan Manajer KDKMP Bikin Heboh, Kemenkop Buka Fakta di Baliknya

Jakarta, Hotfokus.com Penempatan manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tengah menjadi sorotan...

EKONOMI

Perpres Ditandatangani, KDKMP Jadi Simpul Distribusi Barang Bersubsidi

Jakarta, Hotfokus.com Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)...

3 Jurus Buat Pacu Pertumbuhan Ekonomi. Investasi, Produktivitas dan Ekspor
EKONOMI

3 Jurus Buat Pacu Pertumbuhan Ekonomi. Investasi, Produktivitas dan Ekspor

Jakarta, hotfokus.com Pemerintah masih mengantisipasi ketidakpastian masalah terkait energi dan logistik akibat...