Home NASIONAL Jaga Neraca Perdagangan, Indonesia Tetap Pertahankan Fasilitas GSP
NASIONAL

Jaga Neraca Perdagangan, Indonesia Tetap Pertahankan Fasilitas GSP

Share
Share

Jakarta, Hotfokus.com

Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus mempertahankan fasilitas sistem tarif preferensial umum (Generalized System of Preference/GSP) bagi produk ekspor Indonesia ke Amerika Serikat (AS). Pemerintah mengklaim telah menyelesaikan dua isu hambatan akses pasar yang menjadi perhatian pemerintah AS yaitu reasuransi dan impor produk holtikultura.

Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto menyatakan bahwa saat bertemu dengan United States Trade Representative (USTR), Duta Besar Robert E. Lighthizer Minggu lalu, pihaknya bersama membahas beberapa perkembangan peninjauan kembali penerapan GSP untuk beberapa produk ekspor Indonesia yang telah dimulai pemerintah AS pada April 2018 lalu.

“Dubes Lightizer menyampaikan apresiasi bagi Indonesia yang telah menunjukkan konsistensi dalam menyelesaikan isu hambatan akses produk AS di Indonesia. Dia juga kembali menegaskan bahwa AS akan selalu berfokus pada perdagangan yang berimbang dan adil,” kata Agus dalam keterangannya, Senin (24/2).

Agus menambahkan bahwa Indonesia masih memerlukan GSP untuk meningkatkan daya saing produk di pasar AS. Produk-produk Indonesia yang selama ini menggunakan skema GSP AS antara lain karet, ban mobil, perlengkapan perkabelan kendaraan, emas, asam lemak, perhiasan logam, aluminium, sarung tangan, alat musik, pengeras suara, keyboard, dan baterai.

Pada 2018, nilai ekspor Indonesia dari pos tarif yang mendapatkan fasilitas GSP naik 10 persen dari USD1,9 miliarmenjadi USD 2,2 miliar. Sementara pada periode Januari—November 2019, nilai ekspor dengan fasilitas GSP naik sebesar 20 persen dari USD 2 miliar menjadi USD 2,5 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Dengan komitmen yang telah ditunjukkan oleh pemerintah Indonesia kepada pemerintah AS, Kemendag optimis mendapatkan berita positif AS mengenai fasilitasi GSP dalam waktu satu bulan ke depan,” pungkasnya.

Sekilas Mengenai Program GSP AS

GSP merupakan program unilateral Pemerintah AS berupa pembebasan tarif bea masuk ke pasar AS. Saat ini, Pemerintah AS memberikan fasilitas GSP kepada 121 negara dengan total 5.062 pos tarif 8 digit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.572 pos tarif Indonesia mendapatkan fasilitas GSP.nProgram ini bertujuan membantu produsen AS mendapatkan produk yang dibutuhkan untuk produksi mereka. (DIN/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Menkeu Bahas Beragam Hambatan PSN Onshore LNG Blok Masela
NASIONAL

Menkeu Bahas Beragam Hambatan PSN Onshore LNG Blok Masela

Jakarta, hotfokus.com Pemerintah membahas beragam hambatan yang mengganjal proyek strategis nasional (PSN)...

PKH masuk Kopdes Merah Putih. Menkop sebut uang berputar di desa, penerima bansos kini berpeluang dapat SHU dan jadi lebih mandiri.
NASIONAL

PKH Masuk Kopdes Merah Putih, Menkop: Uang Berputar di Desa, Peluang SHU Terbuka Lebar!

Serang, hotfokus.com Integrasi penerima Program Keluarga Harapan (PKH) ke dalam ekosistem Kopdes...

Program Gentengisasi mulai di Menteng Tenggulun. Sebanyak 52 rumah direnovasi dan UMKM diperkuat untuk dorong ekonomi warga.
NASIONAL

Program Gentengisasi Resmi Dimulai! 52 Rumah di Menteng Tenggulun Disulap Jadi Layak Huni dan Ramah UMKM

Jakarta, hotfokus.com Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman langsung mengeksekusi program Gentengisasi di...

Danantara dan Arm Limited kerja sama bangun ekosistem semikonduktor, latih 15 ribu engineer, dan dorong Indonesia kuasai teknologi chip.
NASIONAL

Kerja Sama Danantara–Arm Limited, Indonesia Siapkan 15 Ribu Engineer Kuasai Teknologi Chip

Jakarta, hotfokus.com BPI Danantara Indonesia memperkuat langkah strategis di sektor teknologi melalui...