Home NASIONAL Hasil Survei, 55,4 Persen Responden Puas dengan Kinerja Jokowi-Ma’ruf
NASIONAL

Hasil Survei, 55,4 Persen Responden Puas dengan Kinerja Jokowi-Ma’ruf

Share
Share

Jakarta, hotfokus.com

Lembaga survei Median merilis hasil survei yang menunjukkan bahwa 55,4 persen responden mengaku puas terhadap kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Hal ini diungkapkan Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun di Jakarta, Senin. “Ada 55,4 persen responden yang merasa puas terhadap kinerja Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia,” ujarnya saat pengumuman hasil survei di kawasan Cikini, Jakarta Pusat itu.

Dalam hasil survei tersebut diketahui bahwa 48,4 persen responden mengaku puas, sementara 7 persen responden mengaku sangat puas. Sedangkan 31,4 persen responden menyatakan tidak puas terhadap kinerja pemerintahan Jokowi-Ma’ruf. Terdapat pula 3,9 persen responden mengaku sangat tidak puas. Sementara 9,2 persen lainnya menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.

Pada kesempatan itu, Rico juga menyampaikan hasil survei mengenai sejumlah bidang yang dipersepsikan berhasil dikerjakan pemerintahan Jokowi-Ma’ruf, yakni bidang infrastruktur (24,2 persen), kesehatan (3,2 persen), pendidikan (2,5 persen), dana desa (2,4 persen), dan bantuan rakyat miskin (2,3 persen). “Jadi pemerintahan Jokowi-Ma’ruf paling besar dipersepsikan berhasil dalam bidang infrastruktur,” ungkap Rico.

Sementara bidang-bidang yang dipersepsikan kurang berhasil dikerjakan oleh pemerintahan Jokowi-Ma’ruf antara lain ekonomi dan kesejahteraan (22,9 persen), bantuan tidak tepat sasaran (4,8 persen), korupsi (4,2 persen), dan pelayanan publik (2,7 persen).

Median juga merilis hasil survei mengenai kualitas demokrasi di Indonesia. Sebanyak 28 persen responden menganggap kualitas demokrasi saat ini berjalan baik. Sementara 25,3 persen menilai kualitas demokrasi tidak baik. Adapun 46,7 persen responden tidak menjawab.

Dari hasil survei itu diketahui terdapat tiga besar alasan publik menilai bahwa kualitas demokrasi berjalan baik, yakni pelaksanaan pemilihan umum secara langsung (34,6 persen), adanya kebebasan berpendapat (8,1 persen), dan rakyat semakin cerdas (4,8 persen).

Selain itu, diperoleh pula tiga besar alasan publik menilai demokrasi tidak berjalan baik, yaitu korupsi semakin besar (30,4 persen), demokrasi yang gaduh (24,2 persen), dan kebebasan berpendapat berkurang (10,1 persen).

Survei Median dilakukan terhadap seluruh warga negara yang telah memiliki hak pilih dengan sampel 1.200 responden, margin of error sebesar +/- 2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Adapun sampel dipilih secara random dengan teknik multistage random sampling dan proporsional atas populasi provinsi dan gender. Survei dilakukan pada pekan pertama dan kedua Februari 2020.(ant/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
NASIONAL

Nelayan dari KNMP Bentenge Ekspor Perdana 1 Ton Ikan Segar ke Arab

Jakarta, hotfokus.com Keren, nelayan dari Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Bentenge, Kabupaten...

NASIONAL

Wamendag: Program B50 Tak akan Ganggu Ekspor Sawit ke Pakistan

Pakistan, hotfokus.com Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Dyah Roro Esti Widya Putri, menegaskan...

NASIONAL

Waspada, Informasi Pendaftaran Program Bantuan Subsidi Upah 2026

Jakarta, hotfokus.com Masyarakat diingatkan tidak tergiur terhadap informasi palsu atau hoaks terkait...

RI Betot Potensi Transaksi Rp1,16 Triliun di CAEXPO 2025 di Tiongkok
NASIONAL

Rantai Pasok Distribusi JadiKunci Stabilitas Harga Pangan

Bandung, hotfokus.com Bencana alam yang meluluhlantakan sejumlah wilayah di Sumatera dan Aceh...