Home NASIONAL Fokus Anggaran PUPR 2018, Konektifitas dan Pangan yang Utama
NASIONALSOSIAL

Fokus Anggaran PUPR 2018, Konektifitas dan Pangan yang Utama

Share
Share

Jakarta, HotFokus.com

Kementerian PUPR sebagai pemegang kuasa anggaran terbesar tahun 2018, mengaku masih akan memfokuskan anggaran pada infrastruktur pendorong konektifitas serta ketahanan pangan.

Tercatat dari total anggaran Rp 106,91 triliun, terbesar masih akan dialokasikan pada program peningkatan konektivitas sebesar Rp 41,3 triliun, kemudian untuk program ketahanan pangan dan air Rp 37,3 triliun, permukiman Rp 15,9 triliun, serta perumahan Rp 9,6 triliun.

Dari segi postur anggaran, anggaran Kementerian PUPR menitikberatkan pada belanja modal sebesar 70 persen untuk konstruksi, peralatan, mesin dan untuk pengadaan tanah diluar proyek strategis nasional yang sudah dibiayai oleh LMAN (Lembaga Manajemen Aset Negara).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, peningkatan konektivitas tahun 2018 dilakukan melalui pembangunan jalan baru sepanjang 864 km dan preservasi jalan nasional sepanjang 46.000 km. Sementara target pembangunan jalan tol adalah 615 km dimana 25 km diantaranya merupakan porsi pemerintah.

Untuk mencapai ketahanan pangan dan air, Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran bagi pembangunan 47 bendungan, dengan komposisi 11 bendungan baru dan 36 bendungan yang merupakan lanjutan pekerjaan tahun sebelumnya (on-going). Selain itu akan dilakukan pembangunan jaringan irigasi baru seluas 54.000 hektar dan rehabilitasi jaringan irigasi yang rusak seluas 160.000 hektar.

Di sektor permukiman, cakupan layanan air minum nasional juga ditingkatkan dengan membangun sistem penyediaan air minum dengan target produksi 9.372 liter per detik. Pengolahan air limbah diberbagai daerah juga diprioritaskan dibangun untuk 860.836 kepala keluarga.

Penyediaan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) juga menjadi prioritas Kementerian PUPR dengan target 13.405 unit melalui pembangunan Rusun, 180.000 unit rumah swadaya, 3.800 unit rumah khusus dan bantuan pembangunan prasarana dan utilitas bagi 15.400 unit rumah.

Selain itu tahun 2018 juga difokuskan untuk penyelesaian berbagai venue olahraga untuk mendukung perhelatan olahraga Asian Games XVIII serta infrastruktur mendukung penyelenggaraan pertemuan tahunan IMF dan World Bank di Bali.

Disamping pembangunan infrastruktur berskala masif, juga dibangun program infrastruktur kerakyatan yang bersifat padat karya seperti pembangunan dan rehabilitasi irigasi kecil, pembangunan jembatan gantung, Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (Pisew),  penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) dan sanitasi berbasis masyarakat (Sanimas)

“Selain kegiatan mengikat yang tercantum dalam proyek strategis nasional, RPJMN 2015-2019, Nawa Cita, kegiatan prioritas tahun 2018 akan didasarkan pada Direktif dari Presiden dan Wakil Presiden berdasarkan hasil sidang kabinet, rapat terbatas, dan kunjungan kerja serta rapat kerja, rapat dengar pendapat dan hasil kunjungan kerja DPR,” kata Basuki, dikutip dari keterangan tertulisnya, Jumat (8/9).

Dengan amanah dana yang besar tersebut, Basuki berjanji akan berupaya agar anggaran dapat dibelanjakan secara akuntabel, efektif dan efisien. Percepatan pelaksanaan kegiatan TA 2018 dilakukan dengan penyederhanaan pemaketan dan pelelangan dini yang akan dimulai bulan Oktober hingga Desember 2017 dengan jumlah 5.191 paket dengan nilai mencapai Rp31,65 triliun. (SNU)

 

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Pemerintah dorong hilirisasi lewat KEK Gresik. Investasi tembus USD6,1 miliar, sektor manufaktur jadi motor utama.
NASIONAL

KEK Gresik Makin Moncer, Pemerintah Gaspol Hilirisasi Lewat Pabrik Melamin

Jakarta, hotfokus.com Pemerintah mempercepat penguatan hilirisasi industri untuk mendorong transformasi ekonomi nasional....

NASIONAL

UU Perlindungan Konsumen Kurang ‘Bergigi’. Mendag: Perlu Direvisi

Jakarta, hotfokus.com Pemerintah mengaku Undang-undang Perlindungan Konsumen (UUPK) No 8/1999 masih kurang...

Hilirisasi SDA Dipercepat, Pemerintah Dorong Investasi Berkelanjutan Berbasis Nilai Tambah
NASIONAL

Hilirisasi SDA Dipercepat, Pemerintah Dorong Investasi Berkelanjutan Berbasis Nilai Tambah

Jakarta, Hotfokus.com Rachmat Kaimuddin menekankan pentingnya percepatan hilirisasi sumber daya alam (SDA)...

Kemenkop dan MUI Bersatu, Koperasi Jadi Motor Penguatan Ekonomi Umat
NASIONAL

Kemenkop dan MUI Bersatu, Koperasi Jadi Motor Penguatan Ekonomi Umat

Jakarta, Hotfokus.com Kementerian Koperasi menggandeng Majelis Ulama Indonesia untuk memperkuat ekonomi umat...