Home EKONOMI Empat BUMN Masuk Daftar Perusahaan Terbaik Dunia untuk Bekerja Versi Forbes
EKONOMI

Empat BUMN Masuk Daftar Perusahaan Terbaik Dunia untuk Bekerja Versi Forbes

Share
Share

JAKARTA — Empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masuk dalam daftar 2.000 perusahaan terbaik di dunia untuk bekerja yang dirilis Forbes. Keempat BUMN tersebut juga tercatat berada di urutan 200 besar.

BUMN dimaksud yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk di peringkat 11, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk di peringkat 112, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk di peringkat 157 dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk di peringkat #186.

Hasil survei yang dirilis Forbes ini didasarkan pada penilaian 430 ribu pegawai dari seluruh dunia. Para pegawai diminta untuk memberikan nilai pada perusahaan tempat mereka bekerja dan seberapa besar mereka mau merekomendasikan tempat kerja mereka tersebut ke sahabat atau keluarga.

Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Survei dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo mengatakan bahwa pengakuan sekaligus apresiasi dunia internasional terhadap kinerja BUMN tersebut merupakan salah satu bukti keseriusan BUMN untuk selalu mewujudkan visi jangka panjang sebagai penyedia layanan dan memiliki kinerja yang terbaik.

“Peringkat Forbes ini menunjukan bahwa BUMN Indonesia memiliki daya saing yang kuat dengan perusahaan top global lainnya. Kementerian BUMN senantiasa berkomitmen untuk selalu meningkatkan kinerja dan layanan seluruh BUMN. Termasuk juga memperkuat peran BUMN sebagai agen pembangunan,” kata Gatot.

Bank Mandiri yang merupakan BUMN teratas dalam peringkat tersebut tercatat memiliki 38.307 karyawan dengan sales yang tercatat US$ 8,1 miliar dan capital market senilai US$ 24,1 Miliar. Di peringkat 11 dunia, Bank Mandiri mengalahkan perusahaan top global seperti VW, IBM, Mastercard, Netflix, Nestle, Coca-cola, Ferrari sampai Facebook.

Disusul dengan Telkom yang berada di peringkat 112 dunia memiliki pegawai sebanyak 24.065 dengan nilai penjualan mencapai US$ 9,6 Miliar dan capital market sebesar US$ 25,8 Miliar. Adapun BNI, berada di peringkat 157 dunia memiliki pegawai sebanyak 27.083 dengan nilai penjualan mencapai US$ 4,9 Miliar dan capital market sebesar US$ 11,1 Miliar.

Terakhir, BRI berada di peringkat 186 dunia memiliki pegawai sebanyak 60.683 dengan nilai penjualan mencapai US$ 9,3 Miliar dan capital market sebesar US$ 27,7 Miliar.

Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengaku bersyukur karena perusahaan yang dipimpinnya itu bisa bersanding dengan perusahaan top global dunia seperti Microsoft, Apple, BMW, Disney dan IBM.

Menurutnya, pencapaian Bank Mandiri dalam peringkat World’s Best Employers Versi Forbes ini dikarenakan perseroan terus berupaya meningkatkan pengembangan karyawan baik dari aspek kebahagiaan, kapabilitas, hingga produktivitas.

“Pengembangan karyawan menjadi bagian dari fokus strategis manajemen. Kami percaya karyawan yang bekerja dengan happy, capable, engage dan productive adalah kunci keberhasilan manajamen dalam jangka panjang,” ujar dia. (ACB)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Menperin Baru: Industri, Motor Ekonomi & Serap Tenaga Kerja
EKONOMI

Menperin Baru: Industri, Motor Ekonomi & Serap Tenaga Kerja

Jakarta, hotfokus.com Sektor industri menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan...

Penempatan Manajer KDKMP Bikin Heboh, Kemenkop Buka Fakta di Baliknya
EKONOMI

Penempatan Manajer KDKMP Bikin Heboh, Kemenkop Buka Fakta di Baliknya

Jakarta, Hotfokus.com Penempatan manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tengah menjadi sorotan...

EKONOMI

Perpres Ditandatangani, KDKMP Jadi Simpul Distribusi Barang Bersubsidi

Jakarta, Hotfokus.com Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)...

3 Jurus Buat Pacu Pertumbuhan Ekonomi. Investasi, Produktivitas dan Ekspor
EKONOMI

3 Jurus Buat Pacu Pertumbuhan Ekonomi. Investasi, Produktivitas dan Ekspor

Jakarta, hotfokus.com Pemerintah masih mengantisipasi ketidakpastian masalah terkait energi dan logistik akibat...