Home EKONOMI Ekonomi Pancasila Harus Konsisten Diterapkan
EKONOMI

Ekonomi Pancasila Harus Konsisten Diterapkan

Share
Share

JAKARTA — – Nusantara Utama Cita (NU-Circle) sebagai suatu perkumpulan yang memiliki visi untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang memiliki keseimbangan nilai-nilai ke-Islaman, kenusantaraan, dan keprofesionalan bekerja sama dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menyelanggarakan Seminar Nasional pada 5 April 2018 di Auditorium Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Mengusung tema “Ekonomi Pancasila di Era Jokowi: Konsep, Tantangan, dan Implementasi”, NU-Circle dan BPIP berharap acara ini dapat memberikan suatu telaah kritis terhadap penerapan Ekonomi Pancasila di era pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Penyelenggaraan Seminar Nasional ini didasarkan pada hilangnya peran vital Pancasila sebagai kebutuhan bersama (common platform) bangsa Indonesia yang majemuk serta absennya sosialisasi Pancasila dalam era reformasi yang telah memiliki trade off tidak sederhana.

“Kami menyadari di tengah-tengah dinamika ekonomi dunia yang semakin aktif berkembang dalam ruang globalisasi, Pancasila sebagai ideologi membutuhkan sejumlah penguatan, termasuk penguatan Ekonomi Pancasila,”ujar KH Masdar F Mas’udi Rais Syuriah PBNU dan Ketua Dewan Penasihat NU-Circle di Jakarta Kamis (5/4/2018).

Sebagai ideologi integratif, sumber hukum, referensi berbangsa dan bernegara, Pancasila telah mengalami sejumlah penyimpangan akibat minimnya pemahaman, banyaknya wacana namun sedikit tindakan, kurangnya keteladan yang diperagakan dan belum berfungsinya secara maksimal Pancasila sebagai evaluasi kebijakan.

Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Yudi Latief mengatakan, Ekonomi Pancasila sendiri sebenarnya telah lama digagas oleh Prof. Emil Salim dan Prof. Mubyarto. Dalam pemerintahan Jokowi-JK saat ini pun, Ekonomi Pancasila tercerminkan dalam salah satu butir Nawacita sebagai program utama pemerintah, yaitu dengan mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.

Seminar Nasional ini dibagi menjadi dua sesi dan dibuka dengan keynote speech dari Yudi Latief, Ph.D selaku Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Sesi pertama membahas seputar prinsip dan sistem Ekonomi Pancasila dengan menghadirkan KH. Masdar F. Mas’udi (Rais Syuriah PBNU, Ketua Dewan Penasihat NU-Circle), Dr. HC. Subiakto Tjakrawerdaya (Ketua Yayasan Damandiri, Menteri Koperasi Republik Indonesia periode 1993-1998), Anthony Budiawan, M.Sc, CMA (Managing Director Political Economy and Policy Studies), dan Poltak Hotradero (Peneliti Senior Bidang Ekonomi).

Pada sesi kedua, Seminar Nasional ini membahas mengenai penerapan Ekonomi Pancasila di sektor-sektor strategis dengan menghadirkan Elia Massa Manik (Direktur Utama PT. Pertamina), Kardaya Warnika (anggota DPR RI Komisi VII dan Badan Penasehat NU Circle), Tri Mumpuni (Direktur IBEKA, Ketua NU-Circle), Ir. Setia N. Milatia Z Moemin, M. Sc. (Direktur Utama Perum DAMRI, Ketua NU-Circle). (ACB)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia, Analis Nilai Jadi Momentum Perkuat Pasar Modal
EKONOMI

MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia, Analis Nilai Jadi Momentum Perkuat Pasar Modal

Jakarta, Hotfokus.com Keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) mempertahankan Indonesia sebagai Emerging...

Kementan mempercepat luas tambah tanam di 10 provinsi untuk menjaga produksi padi dan pasokan beras saat risiko kekeringan meningkat.
EKONOMI

Produksi Padi Terancam Cuaca Ekstrem? Kementan Siapkan Strategi Khusus di 10 Provinsi Ini

Jakarta, hotfokus.com Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat berbagai langkah mitigasi untuk menjaga produksi...

EKONOMI

Fiskal & Moneter Solid. Menkeu Optimis Rupiah Kembali Menguat

Jakarta, hotfokus.com Meski mendapat tekanan yang begitu kuat dari dolar AS sampai...

Rupiah Tembus Rp18.000, Pengamat Prediksi IHSG Berisiko Anjlok ke Level 4.000
EKONOMI

Rupiah Tembus Rp18.000, Pengamat Prediksi IHSG Berisiko Anjlok ke Level 4.000

Jakarta, Hotfokus.com Tekanan terhadap pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih berlanjut. Setelah nilai...