Karawang, Hotfokus.com
Kehadiran listrik mandiri membawa perubahan bagi warga Dusun Prau Bosok, Desa Muara Baru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL), masyarakat kurang mampu kini memiliki kesempatan menikmati listrik sendiri tanpa harus bergantung pada sambungan milik tetangga.
Pemerintah bersama PT PLN (Persero) menghadirkan bantuan tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas akses energi hingga ke wilayah pedesaan. Program ini berjalan berdampingan dengan Program Listrik Desa (Lisdes) untuk mendorong pemerataan layanan listrik bagi masyarakat.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, meresmikan sambungan listrik BPBL di Dusun Prau Bosok pada Kamis (15/10). Dalam kesempatan itu, ia menekankan bahwa masyarakat di setiap desa dan dusun berhak menikmati layanan listrik.
“Jadi itu yang pemerintah lakukan, agar semua desa dan dusun wajib untuk mereka mendapatkan hak yang sama, yaitu manfaat pelayanan daripada listrik. Dan listrik ini keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegas Bahlil.
Bantuan Listrik Lengkap untuk Rumah Tangga
Melalui BPBL, pemerintah menyediakan sejumlah kebutuhan dasar agar rumah tangga penerima dapat menikmati sambungan listrik. Bantuan tersebut meliputi instalasi listrik rumah, Sertifikat Laik Operasi (SLO), biaya penyambungan dengan daya 900 VA, serta token listrik perdana senilai Rp100.000.
Bahlil menjelaskan bahwa kedua program pemerintah tersebut memiliki peran berbeda, tetapi saling mendukung. Lisdes memperluas jaringan hingga wilayah yang belum terjangkau, sedangkan BPBL membantu keluarga kurang mampu memperoleh sambungan listrik tanpa biaya.
Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan PLN, Edwin Nugraha Putra, menyampaikan komitmen perusahaan untuk memperluas jangkauan listrik melalui pembangunan infrastruktur kelistrikan.
“PLN siap menjalankan amanah pemerintah untuk menghadirkan listrik hingga ke dusun-dusun yang belum terjangkau. Kami terus membangun jaringan dan gardu distribusi agar masyarakat dapat menikmati layanan listrik yang layak,” ujar Edwin.
Infrastruktur Kelistrikan Jangkau Ribuan Pelanggan
Selama 2025, PLN membangun jaringan Lisdes di 210 lokasi di Jawa Barat. Pembangunan itu meliputi Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 46,82 kilometer sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 182,78 kms, serta gardu distribusi dengan kapasitas gabungan 3.700 kilovolt-ampere (kVA).

Infrastruktur tersebut mendukung layanan listrik bagi 6.392 pelanggan. Sementara itu, di Dusun Prau Bosok, PLN membangun JTM sepanjang 0,549 kms, JTR sepanjang 0,91 kms, dan satu gardu distribusi berkapasitas 50 kVA untuk membuka akses bagi 62 calon pelanggan rumah tangga.
PLN juga menjaga keandalan pasokan listrik di Jawa Barat yang terhubung dengan sistem Jawa-Madura-Bali (Jamali). Edwin memastikan sistem kelistrikan berada dalam kondisi aman dan normal, dengan dukungan pasokan serta cadangan daya yang memadai.
Anak-anak Kini Bisa Belajar Lebih Nyaman
Bagi Ono Taryono, salah satu penerima bantuan BPBL di Desa Muara Baru, sambungan listrik sendiri menjadi perubahan besar bagi kehidupan keluarganya. Sebelum menerima bantuan, ia harus menggunakan listrik dari rumah tetangga dengan waktu pemakaian terbatas.
“Dulu saya menumpang listrik ke tetangga. Listriknya hanya bisa digunakan mulai pukul 18.00 hingga pagi hari,” ujar Ono.
Kondisi tersebut sebelumnya menyulitkan anak-anaknya saat belajar pada malam hari. Selain menghadapi rumah yang gelap, mereka juga merasa takut ketika harus beraktivitas tanpa penerangan memadai.
“Sebelum ada listrik sendiri, anak-anak kesulitan belajar karena kondisi gelap dan mereka juga takut. Sekarang, dengan adanya listrik di rumah, mereka bisa belajar dengan lebih nyaman,” pungkasnya.
Melalui Lisdes dan BPBL, pemerintah dan PLN terus memperluas akses listrik sekaligus membantu masyarakat memperoleh layanan energi yang lebih layak. Bagi keluarga penerima manfaat, sambungan listrik mandiri bukan hanya menghadirkan penerangan, tetapi juga mendukung aktivitas sehari-hari, termasuk pendidikan anak-anak. (*)
Leave a comment