Home EKONOMI Cirebon Jadi Pusat Rotan
EKONOMI

Cirebon Jadi Pusat Rotan

Share
Share

JAKARTA – Kementerian Perindustrian memfasilitasi Kabupaten Cirebon untuk menjadi salah satu pusat penyediaan rotan sebagai bahan baku produksi mebel dan kerajinan nasional. Dirjen Industri Agro, Panggah Susanto, mengatakan bahwa kebijakan itu bertujuan agar antara bahan baku terintegrasi dengan industri mebel dan kerajinan berbahan rotan di kabupaten yang berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah itu.

“Cirebon memiliki banyak industri mebel dan kerajinan yang sangat potensial. Perlu dijadikan pusat stockpile rotan sehingga antara petani dan pengusaha dapat saling menguntungkan,” katanya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (24/10).

Menurut Panggah, industri mebel berbahan rotan harus menjadi sektor kebanggaan nasional. Di samping karena kompetitif di pasar global, juga karena sekitar 85 persen bahan bakunya dipasok dalam negeri. “Agar industri ini maju, tidak perlu ekspor bahan baku, kami fokus meningkatkan nilai tambahnya melalui program hilirisasi,” katanya.

Dilaporkan antaranews, Kemenperin mencatat penyerapan tenaga kerja di industri furnitur nasional sebanyak 101.346 orang pada tahun 2016 dan diproyeksi akan mencapai 202.692 orang tahun 2018.

Sementara itu, nilai ekspor furnitur nasional sebesar 1,7 miliar dolar AS dan dalam dua tahun ke depan ditargetkan mencapai 5 miliar dolar AS. Tujuan utama ekspor furnitur Indonesia adalah pasar Amerika Serikat, Jepang, dan Eropa Barat.

Panggah meyakini, pengembangan pusat penyediaan bahan baku rotan tersebut akan menarik minat investasi bagi para pelaku industri, terutama dari luar negeri seperti China.

“Dengan adanya larangan ekspor bahan baku rotan kita ke luar negeri, kawasan industri yang ada di China akan direlokasi ke Kabupaten Cirebon,” ungkapnya.

Lebih lanjut, selain akan menambah kapasitas produksi mebel rotan dari Indonesia, relokasi juga dapat membuka lapangan kerja di dalam negeri.

Panggah menambahkan, pihaknya juga tengah menyiapkan pembentukan sentra bahan baku rotan lainnya di wilayah timur Indonesia. “Kami sempat bertemu dengan Walikota Palu untuk membicarakan gagasan yang sama di sana,” imbuhnya. (kn)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Ekspor Rajungan Sulit Tembus Pasar AS Tanpa Certificate of Admissible
EKONOMI

Ekspor Rajungan Sulit Tembus Pasar AS Tanpa Certificate of Admissible

Jakarta, hotfokus.com Ekspor rajungan sulit menembus pasar Amerika Serikat (AS), jika pelaku...

EKONOMI

Menkeu: Jaga Ekonomi Tetap Tumbuh Tanpa Bahayakan APBN

Jakarta, hotfokus.com Pemerintah akan memberi suntikan berupa stimulus ekonomi agar perekonomian tetap...

EKONOMI

Pundi Cadangan Devisa Kian Tebal 156,5 Miliar Dolar AS

Jakarta, hotfokus.com Pundi cadangan devisa (cadev) pemerintah akhir Desember 2025 makin tebal....

PPN DTP dorong pasar properti. Rumah123 catat permintaan hunian baru naik 16,8% sepanjang 2025.
EKONOMI

Marketplace Properti Ungkap Efek Nyata PPN DTP, Permintaan Naik Dua Digit

Jakarta, hotfokus.com Insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) kembali membuktikan...