Home EKONOMI Bukan Untuk Pakan, Impor 731 Ribu Ton Jagung 2018 untuk Industri
EKONOMINASIONAL

Bukan Untuk Pakan, Impor 731 Ribu Ton Jagung 2018 untuk Industri

Share
Share

Jakarta, Hotfokus.com

Untuk memenuhi bahan baku industri makanan dan minuman, gluten dan sweetener pada 2018 lalu, pemerintah mengimpor jagung sebanyak 731 ribu ton jagun. Selain impor, di tahun 2018 Indonesia juga mengekspor jagung total 341 ribu ton.

Hal ini disampaikan Direktur Serealia, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan) Bambang Sugiharto di Jakarta, Selasa (22/1/2019).

“Penting untuk menjadi catatan kita semua, bahwa empat tahun lalu, Indonesia impor jagung 3,5 juta ton nilainya Rp 10 triliun. Kemudian 2016 impor menurun drastis hingga 2017 tidak ada impor jagung pakan ternak. Dan 2018 kita ekspor 341 ribu ton. Artinya di tahun 2018 produksi jagung surplus. Jadi kita harus holistik melihat kondisi jagung,” papar Bambang.

Untuk diketahui, sesuai Permendag 21 tahun 2018, bahwa importasi jagung untuk pakan ternak diputuskan melalui Rapat Koordinasi Bidang Perekonomian dan proses impor melalui penugasan ke BUMN. Pada 2018, diputuskan impor jagung pakan ternak 100 ribu ton dengan realisasinya pada akhir 2018 sebesar 73 ribu ton dan sisanya direalisasikan pada awal 2019.

“Artinya, impor jagung pakan ternak di tahun 2018 itu hanya 73 ribu ton, realisasi impornya dilakukan Bulog. Selebihnya jagung untuk kebutuhan industri. Mekanisme importasi jagung pakan ternak memang berbeda dengan impor jagung pangan dan industri,” terang Bambang.

“Impor jagung pakan ternak 73 ribu ton ini pun disediakan Pemerintah untuk berjaga-jaga bagi peternak yang setiap saat membutuhkan tinggal membeli ke BULOG. Namanya sebagai cadangan, ya dijadikan stok saja, bila tidak dipakai,” pintanya.

Terkait impor jagung berupa gluten dan sweetener, Bambang menyebutkan, seiring dengan perkembangan industri dalam negeri, rata-rata impor jagung jenis ini mencapai 500 hingga 700 ribu ton per tahun. Ini jenis jagung industri yang berbeda dengan jagung pakan ternak.

Jagung untuk industri sebagian besar juga diproses wet milling menjadi bahan pangan dan bahan industri lainnya terus diekspor. Jadi ada nilai tambah dari jagung ini. “Ke depan jenis jagung untuk bahan industri ini dengan varietas benih dan teknologi tertentu dapat kita produksi sendiri,” terangnya.(ert)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
NASIONAL

Nelayan dari KNMP Bentenge Ekspor Perdana 1 Ton Ikan Segar ke Arab

Jakarta, hotfokus.com Keren, nelayan dari Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Bentenge, Kabupaten...

NASIONAL

Wamendag: Program B50 Tak akan Ganggu Ekspor Sawit ke Pakistan

Pakistan, hotfokus.com Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Dyah Roro Esti Widya Putri, menegaskan...

Ekspor Rajungan Sulit Tembus Pasar AS Tanpa Certificate of Admissible
EKONOMI

Ekspor Rajungan Sulit Tembus Pasar AS Tanpa Certificate of Admissible

Jakarta, hotfokus.com Ekspor rajungan sulit menembus pasar Amerika Serikat (AS), jika pelaku...

EKONOMI

Menkeu: Jaga Ekonomi Tetap Tumbuh Tanpa Bahayakan APBN

Jakarta, hotfokus.com Pemerintah akan memberi suntikan berupa stimulus ekonomi agar perekonomian tetap...