Home NASIONAL Bea Cukai Beri Fasilitas Kaber Mandiri ke Produsen Alat Kesehatan
NASIONAL

Bea Cukai Beri Fasilitas Kaber Mandiri ke Produsen Alat Kesehatan

Share
Bea Cukai Beri Fasilitas Kaber Mandiri ke Produsen Alat Kesehatan
Share

Jakarta, hotfokus.com

Komitmen untuk mendukung dan memberikan kemudahan bagi industri dalam negeri melalui pemberian fasilitas kepabeanan diwujudkan Bea Cukai Yogyakarta dengan memberi izin fasilitas sebagai kawasan berikat mandiri kepada PT Mega Andalan Kalasan (MAK).

Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Yogyakarta, Riri Riani mengungkapkan penyerahan surat keputusan pemberian fasilitas kawasan berikat mandiri ini dilakukan secara simbolis di Aula Bea Cukai Yogyakarta pada tanggal 22 Oktober 2024. “Surat Keputusan terkait Pemberian Fasilitas Kawasan Berikat Mandiri diserahkan langsung oleh Bea Cukai Yogyakarta yang diwakili oleh Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai V, Widia Ariadi kepada Susanto Sudiro selaku Vice Presiden PT MAK,” kata dia dalam pernyataannya dikutip Jumat (25/10/2024).

Kawasan berikat mandiri sendiri merupakan perusahaan yang mendapatkan fasilitas, yaitu kegiatan eksportasinya tidak lagi diawasi secara langsung oleh pegawai Bea Cukai Yogyakarta. Penandatanganan dokumen, pengawasan stuffing, dan penyegelan kontainer tidak lagi dilaksanakan oleh pegawai Bea Cukai melainkan dilakukan sendiri oleh perusahaan. Kegiatan tersebut akan dilakukan oleh liaison officer yang merupakan perwakilan pengusaha kawasan berikat pada kawasan berikat mandiri.

Adapun PT Mega Andalan Kalasan merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi alat-alat kesehatan dengan produk utama berupa tempat tidur rumah sakit yang dapat diproduksi hingga 100,000 unit per tahun. PT MAK telah memasarkan produknya hingga ke 30 negara dengan porsi ekspor sebanyak 20%.

“Semoga ke depannya, dengan diberikannya fasilitas kawasan berikat mandiri ini, dapat menunjang kegiatan produksi dan juga kegiatan operasional PT MAK serta menjadi kemudahan bagi PT MAK selaku salah satu penggerak utama roda perekonomian penyokong devisa Indonesia, khususnya di wilayah DI Yogyakartam,” harap Riri.(SA/SL)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
NASIONAL

Siap-Siap! Cukai Minuman Manis Dibidik Mulai 2027, Negara Incar Rp1,7 Triliun

Jakarta, Hotfokus.com Minuman manis dalam kemasan berpotensi menghadapi pungutan baru mulai tahun...

Realisasi investasi semester I 2026 menurut BKPM mencapai Rp1.010,6 triliun dan menyerap 1,448 juta tenaga kerja
NASIONAL

Investasi Rp1.010 Triliun Buka 1,44 Juta Lapangan Kerja, Ini Sumbernya!

Jakarta, Hotfokus.com Investasi yang masuk ke Indonesia sepanjang semester I 2026 mencapai...

Menperin: Industri Harus Tumbuh di Atas 20 Persen
NASIONAL

Menperin: Industri HarusTumbuh di Atas 20 Persen

Jakarta, hotfokus.com Pertumbuhan industri harus di atas 20 persen atau lebih tinggi...

P2MI Jajaki Peluang Kerjadi Bandara Internasional Berbagai Negara
NASIONAL

P2MI Jajaki Peluang Kerjadi Bandara Internasional Berbagai Negara

Tangerang, hotfokus.com Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) jajaki peluang untuk mengisi...