Home NASIONAL Banyak Masalah, Tata Kelola Distribusi Pangan Harus Diawasi
NASIONAL

Banyak Masalah, Tata Kelola Distribusi Pangan Harus Diawasi

Share
Banyak Masalah, Tata Kelola Distribusi Pangan Harus Diawasi
Share

Jakarta, hotfokus.com

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, mengungkap perlu pengawasan dalam tata kelola distribusi yang ketat untuk memastikan komoditas pangan dapat tersalur dengan lancar kepada masyarakat. Sebab ada beberapa temuan oleh aparat hukum, karena tata kelola distribusi dari pelaku usaha yang tak benar, sehingga komoditas pangan tidak sampai ke masyarakat, seperti menimbun dan dioplos.

“Yang banyak masalah sekarang, ada di distribusi. Tata kelola distribusinya, pengawasannya. Apalagi ada beberapa temuan oleh aparat penegak hukum, akibat distribusinya tak lancar,” kata mendagri.

Seperti minyak goreng tidak sampai ke pasar, tidak sampai ke masyarakat. Ada yang menimbun dan lain-lain. Ada juga yang mengoplos. Karenanya harus ada kolaborasi dalam pengawasan terutama di distribusi.

Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Sarwo Edhy, menyatakan ketahanan pangan yang tangguh harus dibangun secara kolaboratif dan berkelanjutan.

“Ketersediaan pangan yang stabil tidak bisa hanya bertumpu pada satu daerah atau satu waktu produksi. Harus ada sinergi lintas wilayah dan penguatan sistem cadangan pangan yang adaptif terhadap perubahan,” katanya dalam keterangannya, Selasa (22/4/2025).

Karenanya Bapanas mendorong daerah sentra produksi pangan terus meningkatkan kapasitas dan efisiensi produksi melalui teknologi pertanian, sarana dan prasarana serta fasilitas distribusi pangan yang memadai.

Selain itu kemitraan dengan petani dan pelaku usaha pangan juga terus diperkuat guna menjaga keberlanjutan pasokan pangan utama seperti beras, jagung, dan komoditas strategis lainnya.

Sebagai langkah konkret distribusi pangan yang merata, Bapanas memperkuat skema Kerja Sama Antar Daerah (KAD) antara daerah surplus dan daerah defisit pangan. Inisiatif ini tidak hanya untuk memastikan kelancaran pasokan, tapi juga menjaga kestabilan harga dan menurunkan potensi gejolak pangan di daerah rentan. (bi)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
NASIONAL

Nelayan dari KNMP Bentenge Ekspor Perdana 1 Ton Ikan Segar ke Arab

Jakarta, hotfokus.com Keren, nelayan dari Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Bentenge, Kabupaten...

NASIONAL

Wamendag: Program B50 Tak akan Ganggu Ekspor Sawit ke Pakistan

Pakistan, hotfokus.com Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Dyah Roro Esti Widya Putri, menegaskan...

NASIONAL

Waspada, Informasi Pendaftaran Program Bantuan Subsidi Upah 2026

Jakarta, hotfokus.com Masyarakat diingatkan tidak tergiur terhadap informasi palsu atau hoaks terkait...

RI Betot Potensi Transaksi Rp1,16 Triliun di CAEXPO 2025 di Tiongkok
NASIONAL

Rantai Pasok Distribusi JadiKunci Stabilitas Harga Pangan

Bandung, hotfokus.com Bencana alam yang meluluhlantakan sejumlah wilayah di Sumatera dan Aceh...