Home NASIONAL Debat Pilpres Harusnya Memasukan Isu Logistik
NASIONAL

Debat Pilpres Harusnya Memasukan Isu Logistik

Share
Share

Jakarta, hotfokus.com

Peranan sektor logistik sangat penting sebagai pendukung pertumbuhan ekonomi serta unsur pembentuk konektivitas untuk daya saing nasional dan kesejahteraan rakyat. Peningkatan daya saing ini semakin penting bagi Indonesia dalam globalisasi, termasuk Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Di lain sisi, perbaikan dan pengembangan sektor logistik sulit karena bersifat multisektoral. Diperlukan perencanaan, implementasi, dan pengendalian secara sistemik, sistematis, dan terintegrasi mulai dari infrastruktur, regulasi, birokrasi, teknologi informasi, SDM, dan lain-lain.

Mengingat peranan sektor logistik yang penting dan permasalahannya yang kompleks, Supply Chain Indonesia (SCI) mengusulkan sektor logistik menjadi salah satu topik dalam Debat Pilpres 2019.

Topik sektor logistik tidak ada dalam jadwal debat yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Jika memang topik debat tersebut tidak dapat diubah karena telah ditetapkan dan dipublikasikan, SCI mengusulkan aspek-aspek logistik menjadi topik paparan atau pertanyaan. Tinjauan dari aspek logistik sangat relevan dalam topik-topik debat, terutama Debat II dan V,” papar  Setijadi, Chairman Supply Chain Indonesia  melalui sambungan telepon, Minggu (27/1)

Tinjauan dapat dilihat dari, kata dia, bagaimana strategi pengembangan sektor logistik dilakukan untuk mengatasi persoalan-persoalan pasokan dan pemerataan ketersediaan energi dan pangan.

Dalam sejumlah kasus kebutuhan barang pokok, masalah kelangkaan, harga mahal, dan fluktuasi harga terjadi bukan karena masalah produksi, tetapi karena masalah transportasi dan distribusi sebagai bagian dari sistem logistik.

Dalam Debat V, yang sangat relevan adalah topik ekonomi dan kesejahteraan sosial, serta perdagangan dan industri.

Untuk topik ekonomi, strategi sektor logistik sangat penting untuk ditinjau dalam upaya mengatasi masalah perekonomian. Data BPS tahun 2017 menunjukkan distribusi perekonomian didominasi Wilayah Jawa (58,49%) dan Sumatera (21,66%), sementara wilayah-wilayah lainnya hanya berkisar 2,43%-8,20%. Ketidakmerataan ini tentu berdampak terhadap kesejahteraan sosial masyarakat.

“Kandidat Capres/Cawapres perlu dimintakan pandangannya mengenai pengembangan sektor logistik untuk meningkatkan kelancaran perdagangan dan pertumbuhan wilayah,” paparnya.

Dalam kaitan sektor logisik dan ekonomi secara nasional maupun wilayah, para kandidat juga bisa memberikan pandangan mengenai perspektif “ship follows the trade” dan “ship promotes the trade” dalam rencana program kerjanya.(SA)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Sub Judul: Nama Mantan Direktur KPLP Muncul di Kursi Ketua KNKT
NASIONAL

Breaking News! Ahmad Dikabarkan Jadi Ketua KNKT, Diumumkan Besok

Nama Mantan Direktur KPLP Muncul di Kursi Ketua KNKT Jakarta, Hotfokus.com Kabar...

NASIONAL

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan Di Level 5,75 Persen

Jakarta, hotfokus.com Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate...

Kemenperin: Tak Ada Tambahan Kuota dan Pasokan Gula Kristal Mentah
NASIONAL

Kemenperin: Tak Ada Tambahan Kuota dan Pasokan Gula Kristal Mentah

Jakarta, hotfokus.com Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan tak ada tambahan kuota dan alokasi...

ASPIRASI Desak Perlindungan Pekerja di Tengah Transformasi Digital Sektor Keuangan
NASIONAL

ASPIRASI Desak Perlindungan Pekerja di Tengah Transformasi Digital Sektor Keuangan

Jakarta,Hotfokus.com Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (ASPIRASI) mendesak DPR RI dan regulator...