Jakarta, hotfokus.com
Tumbuhnya industri global yang dipacu berkembangnya sektor transisi energi, digitalisasi serta kendaraan listrik membuat
kebutuhan terhadap komponen listrik dan elektronik makin meningkat. Karenanya, industri kecil menengah (IKM) perlu diperkuat agar bisa terlibat dalam rantai pasok.
“Potensi tersebut perlu dioptimalkan seiring meningkatnya kebutuhan komponen listrik dan elektronik di pasar global,” kata Menteri Perindustrian (Menperin), Muhammad Sarmuji, dalam keterangannya Jumat (16/10/2026).
Apalagi, Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, serta sumber daya kobalt, tembaga dan timah sebagai bahan baku komponen strategis. Ditambah ekosistem manufaktur yang matang, kawasan industri Jabodetabek–Karawang berpotensi menjadi pusat pengembangan industri komponen listrik dan elektronik.
Riset McKinsey Global Institute memproyeksikan nilai pasar komponen elektronika dunia akan tembus di atas 1 triliun dolar AS pada 2030 yang dipacu berkembangnya kendaraan listrik, kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan internet untuk segala (internet of things/IoT).
Karenanya pascapandemi, sejumlah negara dan kawasan ekonomi utama, seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, Jepang, Korea Selata dan Tiongkok, semakin memperkuat produksi komponen domestiknya.
“Indonesia harus mampu mengambil peran aktif dalam transformasi industri global tersebut,” jelas menteri.
Diakui, sejumlah IKM saat ini memiliki kemampuan memproduksi berbagai komponen listrik dan elektronik,, seperti printed circuit board assembly (PCBA), wire harness, konektor, copper braid, panel listrik, serta sistem proteksi dan distribusi daya.
Hanya saja, Sarmuji mengaku IKM masih menghadapi berbagai tantangan utama. Selain kemampuan produksi, juga akses pasar, kepastian penyerapan produk serta keterlibatan secara formal dalam rantai pasok industri besar.

Untuk itulah dibutuhkan peran pemerintah seperti memberi pelatihan dan sertifikasi, juga mempertemukan IKM dengan industri besar serta mendorong terwujudnya kemitraan yang terstruktur, adil, dan berjangka panjang. (bi)
Leave a comment