Jakarta, Hotfokus.com
Perombakan kabinet yang kembali dilakukan pemerintah dalam waktu kurang dari tiga pekan berpotensi memicu kehati-hatian investor. Namun, dampaknya terhadap perekonomian nasional diperkirakan terbatas selama arah kebijakan fiskal dan regulasi konsisten.
Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk Josua Pardede mengatakan pergantian pejabat tidak serta-merta mengubah arah perekonomian. “Secara ekonomi, dampaknya baru menjadi material apabila diikuti perubahan kebijakan fiskal, regulasi, prioritas belanja, atau cara pemerintah mengelola pembiayaan,” ujar Josua dalam keterangannya, Jumat (2/10/2026).
Menurutnya, dampak yang paling cepat muncul adalah sentimen pasar. Pergantian personel yang berdekatan membuat investor perlu menilai kembali apakah perubahan tersebut juga berarti bergesernya kebijakan pemerintah.
Jika ketidakpastian meningkat, risikonya dapat terlihat melalui kenaikan imbal hasil SBN, tekanan pada pasar saham dan rupiah, serta meningkatnya biaya pembiayaan.

“Perombakan kabinet dapat menciptakan ketidakpastian jangka pendek, tetapi dampaknya terhadap kepercayaan investor akan lebih ditentukan oleh apa yang dilakukan setelah perombakan,” katanya.
Josua mengingatkan pelaku pasar agar tidak mengatribusikan seluruh gejolak pasar kepada reshuffle kabinet, mengingat faktor global seperti tingginya harga minyak, kenaikan imbal hasil obligasi AS, dan penguatan dolar AS masih menjadi faktor dominan yang memengaruhi sentimen keuangan domestik. (DIN/GIT)
Leave a comment