Home PERTAMINA Saat Kapal Listrik Masuk Desa: Nelayan Kelan Bisa Melaut Lebih Hemat, Senyap, dan Bersih
PERTAMINA

Saat Kapal Listrik Masuk Desa: Nelayan Kelan Bisa Melaut Lebih Hemat, Senyap, dan Bersih

Share
Share

Jakarta, hotfokus.com

Laut mungkin terlihat seperti hamparan biru yang indah dari kejauhan. Namun bagi masyarakat Desa Kelan, Bali, laut bukan sekadar pemandangan. Dari laut, mereka mencari nafkah, membesarkan keluarga, hingga membangun masa depan. Karena itu, menjaga laut berarti menjaga sumber kehidupan mereka sendiri.

Kesadaran inilah yang mendorong masyarakat pesisir Desa Kelan untuk mencari cara agar aktivitas ekonomi tetap berjalan, sembari terus menjaga lingkungan yang menjadi tumpuan hidup. Salah satunya melalui cara baru dalam melaut, dengan memanfaatkan energi yang lebih bersih sekaligus menjaga ekosistem pesisir.

Melalui Program Desa Energi Berdikari (DEB) Keluarga Nelayan Lestari (KENALI), PT Pertamina International Shipping (PIS) mendukung pemberdayaan masyarakat pesisir di Desa Kelan melalui pemanfaatan energi bersih yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus lingkungan. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pembangunan ruang serbaguna bagi Kelompok Usaha Bersama (KUB) Tanjung Sari yang dilengkapi panel surya berkapasitas 8,72 kWp sebagai solar charging station untuk mengoperasikan 10 baterai dan lima mesin kapal listrik. Inisiatif ini membantu nelayan meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menerapkan aktivitas ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Selain menghadirkan akses terhadap energi bersih, Program KENALI juga mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan pesisir. Bersama TPS3R Desa Kelan, masyarakat berhasil mengelola 183 kilogram sampah rumah tangga yang sebelumnya berpotensi mencemari laut. Langkah ini berkontribusi menjaga kebersihan kawasan pesisir yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat sekaligus mendukung kelestarian ekosistem setempat.

Dampak dari program ini turut melahirkan peluang ekonomi berbasis konservasi melalui pengembangan wisata susur mangrove atau mangrove ecotrip. Kawasan mangrove Desa Kelan yang menjadi habitat berbagai jenis burung sebelumnya sulit dimanfaatkan sebagai destinasi wisata karena suara mesin kapal konvensional berpotensi mengganggu ekosistem. Kini, dengan kapal listrik yang beroperasi lebih senyap, nelayan dapat membawa wisatawan menyusuri kawasan mangrove tanpa mengganggu habitat satwa. Selain memperkenalkan kekayaan ekosistem pesisir kepada masyarakat luas, aktivitas ini juga memberikan tambahan pendapatan bagi nelayan hingga Rp350.000 per perjalanan.

“Selain mendapat tambahan penghasilan dari ecotrip, biaya operasional kami juga jauh lebih hemat. Dulu pengeluaran untuk bahan bakar bisa mencapai Rp600.000 per bulan, sekarang sekitar Rp200.000 saja sebagai cadangan,” ujar I Wayan Wirtha, anggota KUB Tanjung Sari.

Pemberdayaan yang dilakukan melalui Program KENALI tidak berhenti pada nelayan. PIS juga melibatkan istri dan anak-anak nelayan untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga pesisir. Para istri nelayan mendapatkan pelatihan literasi keuangan dan pendampingan usaha agar mampu mengelola pendapatan keluarga sekaligus mengembangkan produk bernilai tambah dari hasil laut.

Salah satu penerima manfaat, Ibu Luh, merasakan peningkatan kapasitas dalam mengembangkan usaha olahan ikan yang dikelolanya. “Sekarang saya lebih memahami cara membuat kemasan yang menarik dan memperkuat identitas produk, sehingga usaha yang saya jalankan memiliki nilai jual yang lebih baik,” tuturnya.

Pjs. Corporate Secretary PIS, Vega Pita, mengatakan bahwa keberlanjutan bisnis dan keberlanjutan lingkungan harus tumbuh secara bersamaan. “PIS meyakini bahwa masa depan masyarakat pesisir dan kesehatan ekosistem laut saling berkaitan. Melalui akses energi yang lebih bersih dan pemberdayaan yang berkelanjutan, kami ingin mendukung masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan tanpa mengorbankan lingkungan yang menjadi sumber penghidupan mereka,” ujar Vega.

Melalui Program KENALI, PIS ingin menunjukkan bahwa keberlanjutan tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari dampak yang dihasilkan bagi masyarakat dan lingkungan. Bagi masyarakat pesisir, menjaga ekosistem laut berarti menjaga sumber penghidupan yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Karena itu, upaya menghadirkan energi yang lebih bersih, memperkuat ekonomi keluarga nelayan, serta mendorong pengelolaan lingkungan yang lebih bertanggung jawab menjadi langkah penting untuk memastikan pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir dapat berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan laut sebagai sumber kehidupan bersama.(r/ebs)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Bukan Praktikum Biasa, 50 Mahasiswa Unsoed Naik Rig Pertamina Drilling
PERTAMINA

Bukan Praktikum Biasa, 50 Mahasiswa Unsoed Naik Rig Pertamina Drilling

Indramayu, Hotfokus.com Dunia pengeboran minyak dan gas (migas) tak lagi sekadar materi...

Pertamina Patra Niaga Perketat Pengadaan Energi, Intervensi Dibidik
PERTAMINA

Pertamina Patra Niaga Perketat Pengadaan Energi, Intervensi Dibidik

Jakarta, Hotfokus.com Pertamina Patra Niaga memperkuat pengawasan terhadap seluruh proses pengadaan dan...

BBM dan LPG di Tengah Geopolitik, Pertamina Patra Niaga Pasang Jurus Baru
PERTAMINA

BBM dan LPG di Tengah Geopolitik, Pertamina Patra Niaga Pasang Jurus Baru

Jakarta, Hotfokus.com Pertamina Patra Niaga mengambil langkah antisipasi menghadapi perubahan situasi geopolitik...

7 Piala Sekaligus! Komunikasi PHI Bersinar di IABC Awards 2026
PERTAMINA

7 Piala Sekaligus! Komunikasi PHI Bersinar di IABC Awards 2026

Jakarta, Hotfokus.com Pertamina Hulu Indonesia (PHI) membukukan prestasi besar di ajang IABC...