Jakarta, hotfokus.com
Badan Pangan Dunia (Food and Agriculture Organization/FAO) mendorong Indonesia mengembangkan akuakultur berkelanjutan untuk memastikan masyarakat memperoleh pendapatan.
“Pengembangan budidaya perikanan mampu memberi kepastian pendapatan bagi masyarakat dibanding ketergantungan pada penangkapan ikan di alam,” kata Dirjen Badan Pangan Dunia (FAO), Dr Qu Dongyu, saat bersama Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, di sela pertemuan Committee on Fisheries (COFI) ke-37 di Roma, Italia beberapa waktu lalu.
Ia juga menilai pengembangan budidaya perikanan dapat mendukung konservasi sumber daya laut sekaligus meningkatkan ketersediaan protein hewani bagi masyarakat.
Dalam rilis yang dilansir KKP, Rabu (16/9/2026), ia mengungkap Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan komoditas perikanan dan hasil laut yang memiliki prospek di pasar internasional.
Dengan jumlah penduduk lebih dari 280 juta jiwa, Indonesia berhasil menjaga ketahanan pangan dan memperbaiki gizi masyarakat juga memberi kontribusi signifikan terhadap upaya global mengatasi tantangan pangan.
Qu membagikan pengalaman sejumlah negara yang berhasil mengalihkan sebagian nelayan skala kecil ke kegiatan akuakultur melalui penguatan kelembagaan, pengembangan teknologi budidaya, serta model usaha berbasis kemitraan dan investasi bersama.
“Pendekatan tersebut dapat menjadi referensi bagi Indonesia dalam membangun sistem produksi perikanan yang lebih efisien, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memastikan keberlanjutan sumber daya kelautan untuk generasi mendatang” ujarnya.
Sementara itu, Menteri KKP Trenggono menegaskan komitmen Indonesia mempercepat transformasi sektor kelautan dan perikanan melalui penguatan perikanan budidaya, peningkatan produktivitas masyarakat pesisir serta penerapan prinsip keberlanjutan dalam pengelolaan sumber daya kelautan.

Karenanya, kedua pihak sepakat untuk terus mempererat kemitraan strategis. (bi)
Leave a comment