Home NASIONAL MBG Dirombak! BGN Coret 1.653 Sekolah dari Daftar Penerima
NASIONAL

MBG Dirombak! BGN Coret 1.653 Sekolah dari Daftar Penerima

Share
MBG Dirombak! BGN Coret 1.653 Sekolah dari Daftar Penerima
Share

JAKARTA, Hotfokus.com

Badan Gizi Nasional (BGN) memperbarui daftar penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hasil pemutakhiran tersebut membuat 1.653 satuan pendidikan dikeluarkan dari sasaran penerima MBG di berbagai wilayah Indonesia.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya BGN memastikan program makan bergizi menyasar satuan pendidikan yang sesuai dengan kriteria. BGN melakukan pembaruan data bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Agama.

Kepala BGN Sudaryono atau Mas Dar mengatakan sekolah yang keluar dari daftar penerima umumnya memiliki karakteristik tertentu. Di antaranya sekolah swasta bertaraf internasional dan satuan pendidikan yang memiliki kerja sama dengan institusi internasional maupun nasional.

Selain itu, BGN juga mencoret sekolah yang sudah mampu mengelola kebutuhan finansial secara mandiri sehingga tidak bergantung pada Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Mayoritas dari 1.653 yang kami exclude atau kami keluarkan dari daftar penerima manfaat tadi adalah sekolah-sekolah swasta bertaraf internasional, sekolah atau satuan pendidikan yang berkerjasama dengan institusi internasional maupun nasional dan sekolah-sekolah yang sudah mandiri secara finansialnya, tanpa bergantung pada bantuan operasional sekolah atau dana BOS,” ujar Mas Dar, dikutip Jumat (11/9).

BGN Perbarui Data Ratusan Ribu Sekolah

Pemutakhiran sasaran MBG dilakukan dengan cakupan data yang sangat besar. BGN bersama dua kementerian terkait mendata lebih dari 580.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Data tersebut mencakup sekolah negeri, madrasah, pondok pesantren, hingga satuan pendidikan keagamaan lainnya. Dari keseluruhan data itu, BGN kemudian memetakan satuan pendidikan yang sudah memperoleh layanan MBG dan yang masih menunggu program tersebut.

Hingga proses pemutakhiran berlangsung, lebih dari 340.000 satuan pendidikan telah mendapatkan layanan MBG.

Artinya, masih terdapat sekitar 240.000 satuan pendidikan yang belum memperoleh program tersebut dan masuk dalam bagian perluasan layanan berikutnya.

“Lebih dari 340.000 sekolah telah mendapatkan atau dilayani program MBG di sekolahnya, artinya masih ada sekitar 240.000 sekolah yang belum menerima program MBG,” jelas Mas Dar.

Perluasan MBG Jadi Perhatian Berikutnya

Dengan pembaruan data tersebut, BGN tidak hanya menyesuaikan daftar penerima manfaat. Lembaga tersebut juga memiliki gambaran lebih lengkap mengenai satuan pendidikan yang sudah memperoleh layanan dan kelompok yang masih menunggu.

Pendataan bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Agama menjadi bagian penting dalam memastikan sasaran MBG terus diperbarui.

BGN selanjutnya dapat menggunakan pemetaan tersebut sebagai dasar dalam tahapan perluasan layanan kepada satuan pendidikan yang belum mendapatkan program makan bergizi gratis. (SA/GIT)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Ketapang–Gilimanuk Macet, Jangan Paksa Semua Kargo Lewat Jalan
NASIONAL

Ketapang–Gilimanuk Macet, Jangan Paksa Semua Kargo Lewat Jalan

Banyuwangi, hotfokus.com Kemacetan truk yang berulang di lintasan Ketapang–Gilimanuk dinilai menunjukkan kegagalan...

NASIONALOPINI

Sofyano : Antrian BBM Subsidi Kok Pertamina Jadi Sasaran Tudingan

Jakarta, Hotfokus.com Keluhan masyarakat mengenai kekurangan dan antrean BBM bersubsidi di sejumlah...

Helikopter Chinook Jepang Turun! 3 Armada Siap Gebuk Karhutla RI Mulai 12 September
NASIONAL

Helikopter Chinook Jepang Turun! 3 Armada Siap Gebuk Karhutla RI Mulai 12 September

JAKARTA, Hotfokus.com Pemerintah Jepang segera mengirim tiga helikopter CH-47 Chinook untuk membantu...

Menaker: Data, Komoditas Sangat Mahal dan Bernilai Tinggi
NASIONAL

Menaker: Data, Komoditas Sangat Mahal dan Bernilai Tinggi

Jakarta, hotfokus.com Data merupakan komoditas sangat mahal dan bernilai tinggi. Karenanya data...