Jakarta, hotfokus.com
Data merupakan komoditas sangat mahal dan bernilai tinggi. Karenanya data ketenagakerjaan yang akurat diperlukan untuk memperoleh gambaran kondisi yang sebenarnya.
“Data survei angkatan kerja Nasional (sakernas) penting untuk mengambil kebijakan ketenagakerjaan agar tepat sasaran,” kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli, saat memberi arahan pada webinar bertema Optimalisasi Pemanfaatan Data Sakernas untuk Kebijakan Ketenagakerjaan, Rabu (9/9/2026).
Begitu pentingnya data tersebut penting, pihaknya menginstruksikan Badan Perencanaan dan Pengembangan (Barenbang) Kemenaker untuk responsif dalam mengelola dan memanfaatkan data yang tersedia.
Menteri menjelaskan ada sejumlah manfaat yang didapat dari data sakernas. Data tersebut bisa digunakan untuk memantau kondisi pasar kerja secara terintegrasi.
Selain itu juga untuk mendiagnosis persoalan ketenagakerjaan, termasuk mendeteksi ketidaksesuaian ketrampilan (skill mismatch) antara kualifikasi lulusan dan kebutuhan industri.
Selanjutnya, data digunakan untuk merencanakan kebutuhan tenaga kerja dan intervensi program secara lebih presisi.
Terakhir, data dapat digunakan memperkuat basis argumen untuk menyusun kebijakan dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait.

“Dengan data yang akurat, kita dapat merancang kebijakan spesifik berupa school-to-work transition atau transisi dari pendidikan ke dunia kerja melalui program magang,” jelas menteri. (bi)
Leave a comment