Kuala Lumpur, hotfokus.com
PT Pertamina Malaysia EP (PMEP) mengambil langkah baru untuk memperkuat pendidikan anak pekerja migran Indonesia (PMI) di Malaysia.
Bersama Ruangguru, PMEP meluncurkan CHARISMA atau Character and Human Integrity Strengthening Through Mentorship & Action. Program ini berfokus pada penguatan kemampuan guru dalam menanamkan karakter dan integritas kepada siswa.
Sebanyak 10 guru Indonesia yang mengajar di Sanggar Bimbingan Malaysia menjadi peserta program tersebut. Pendampingan akan berlangsung selama 3-4 bulan dengan evaluasi yang mencakup peningkatan kompetensi pengajar serta perkembangan karakter siswa.
PMEP dan Ruangguru tidak hanya memberikan materi pembelajaran. Keduanya juga mendorong guru membangun budaya sekolah yang mengedepankan kebiasaan positif, refleksi, keterbukaan, dan keberlanjutan.
Tiga Keahlian Jadi Fokus Pelatihan
Dalam program CHARISMA, peserta mendapatkan pembekalan melalui tiga materi utama. Pertama, guru mempelajari cara menyusun pembelajaran karakter yang bermakna.
Selanjutnya, peserta mendapat materi mengenai pembuatan media dan aktivitas yang dapat mendukung pendidikan karakter. Guru juga belajar melakukan asesmen, pemantauan, serta pelaporan perkembangan karakter siswa.
Atase Pendidikan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur turut melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Manager Relations PMEP Dhaneswari Retnowardhani menjelaskan, program CHARISMA berangkat dari pemetaan sosial yang dilakukan perusahaan terhadap sekolah binaan.
Hasil pemetaan menunjukkan perlunya penguatan pendidikan karakter di ruang kelas. Karena itu, PMEP menggandeng Ruangguru untuk memberikan peningkatan kapasitas kepada para pengajar.
“Program ini kami harapkan mampu mengasah kemampuan pedagogis guru, terutama dalam merancang, memantau, dan mendokumentasikan pembelajaran karakter secara terstruktur, terukur, dan berkelanjutan,” ujar Dhaneswari.
Ia menambahkan, inisiatif tersebut sekaligus mencerminkan komitmen PMEP untuk mendukung akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak PMI di Malaysia.
Pelaksanaannya juga mengacu pada pembelajaran berbasis aksi nyata yang sejalan dengan Permendikdasmen No.13/2025, khususnya terkait pembiasaan dalam budaya sekolah.

Peserta Rasakan Manfaat Pelatihan
Yanti Surati, tenaga pendidik SB Gumut, menyambut positif pelaksanaan CHARISMA. Menurutnya, materi yang diberikan memberikan pendekatan baru untuk memperkuat karakter peserta didik.
“Kegiatan ini sangat positif. Peningkatan kapasitas dan metode yang diberikan membuat kami memiliki spektrum yang lebih luas dan efektif dalam meningkatkan kepercayaan dan karakter siswa,” kata Yanti.
Ia berharap pengembangan program tersebut terus berlanjut dan menyesuaikan kebutuhan siswa di sekolah binaan.

Sementara itu, Trainer Ruangguru Purnama Palupessy mengatakan pihaknya mendapat kesempatan berharga untuk berbagi pengetahuan dengan guru-guru Sanggar Bimbingan.
“Kami berkomitmen mendampingi guru-guru dalam berbagi metode pembelajaran karakter yang aplikatif dan adaptif di kelas mereka,” ujar Purnama.

PMEP berharap kerja sama tersebut dapat terus berkembang. Perusahaan menilai penguatan kapasitas guru akan menjadi salah satu langkah penting untuk memberikan dampak positif bagi pendidikan dan pembentukan karakter siswa di sekolah binaan. (*)
Leave a comment