Jakarta, hotfokus.com
Lonjakan harga semen di Sumatera Utara yang mencapai 25–40 persen diakui produsen sebagai dampak kendala logistik dan distribusi.
Perwakilan Indocement menyebut hambatan pengiriman dari Pulau Jawa ke Sumut melalui Pelabuhan Kuala Tanjung dan Belawan. Semen Indonesia Group (SIG) menambahkan penjualan semen di Sumut hingga Juli 2026 naik 16 persen karena kebutuhan pemulihan pascabencana di Aceh, namun produksi terkendala pasokan batu bara.
Sementara itu, Semen Merah Putih mengungkap gangguan mesin pabrik dan antrean BBM solar turut memengaruhi harga jual.
Menanggapi hal itu, Kepala Kanwil I KPPU Ridho Pamungkas menegaskan perlunya penelusuran lebih jauh atas rantai pasok semen di Sumut.
“Kalau dari sisi kapasitas produksi dan pasokan sebenarnya masih tersedia, tetapi konsumen tetap kesulitan memperoleh semen, kita perlu melihat di titik mana terjadi bottleneck antara produsen dan pasar,” jelasnya, Rabu (12/8/2026).
Ridho menambahkan, KPPU akan mendalami struktur biaya, distribusi, serta hambatan logistik untuk memastikan apakah kenaikan harga memang proporsional dengan biaya produksi dan transportasi.

“Pertanyaan berikutnya adalah mengapa dengan kondisi yang sama harga semen di Sumatera Utara bisa lebih tinggi dibandingkan wilayah lain. Ini yang masih perlu kami dalami,” pungkasnya. (DIN/GIT)
Leave a comment