Jakarta, hotfokus.com
Aktivitas industri manufaktur dalam negeri kembali membaik, menyusul naiknya permintaan dan produksi pada Juli 2026. Indeks Kepercayaan Industri (IKI) tercatat di level 53,10 atau meningkat 0,20 poin dibanding bulan sebelumnya 52,90.
“Ini mencerminkan ketahanan sektor industri di tengah berbagai tantangan global menjadi modal untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Febri Hendri Antoni Arief, dalam keterangannya Kamis (30/7/2026).
Ia mengungkap kenaikan aktivitas manufaktur Indonesia pada Juli 2026 ditopang naiknya permintaan domestik, terutama mulai jalannya program pemerintah seperti MBG, kelanjutan pembangunan koperasi merah putih, B50, kampung nelayan serta program tiga juta rumah subsidi.
Begitu juga dengan produksi naik 0,27 poin dari 54,28 menjadi 54,55. Ini resiliensi dari rantai pasok manufaktur di tengah masalah pemadaman listrik, kenaikan harga gas industri dan kenaikan harga bahan baku terutama harga bahan impor pada bulan sebelumnya.
Meski permintaan dan produksi naik, lanjut Febri, variabel persediaan pada Juli terkontraksi, karena sebagian industri masih menahan stok di gudang dan belum mendistribusikannya keluar.
Industri masih menunggu perkembangan industri makro, kebijakan atau insentif dari pemerintah pada produksinya. “Setelah ada perkembangan, industri segera mendistribusikan hasil produksi ke pasar mengingat permintaan terus meningkat,” jelasnya.

Mengenai investasi baru, Kemenperin mencatat ada 152 industri baru yang mulai beroperasi pertama kali di Indonesia pada semester I-2026. Nilai investasi dari industri yang mulai beroperasi tersebut tercatat Rp157,6 triliun dan menyerap tenaga kerja baru bidang produksi sebanyak 56.347 orang. (bi)
Leave a comment