Balikpapan, hotfokus.com
PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mencatat progres signifikan dalam eksplorasi migas di Selat Makassar. Survei Seismik 3D Offshore Kandawulo rampung pada Juli 2026, hanya dalam 43 hari.
Pekerjaan tersebut mencakup wilayah survei seluas 2.500 kilometer persegi. PHE berhasil memangkas waktu pengerjaan hingga 42 hari dari target awal 85 hari dan tetap mencatat zero accident.
VP Exploration Technical Excellence & Coordination PHE sekaligus Kepala Teknik Proyek Ahmad Najihal Amal menilai capaian itu tidak lepas dari koordinasi seluruh pihak yang terlibat.

“Survei 3D Kandawulo seluas 2500 km2 dapat diselesaikan dalam waktu 43 hari dari target 85 hari (lebih cepat 42 hari) berkat kerja sama dan kolaborasi seluruh fungsi yang terlibat,” kata Najihal.
PHE menjalankan proyek tersebut sebagai bagian dari Komitmen Kerja Pasti PHE Jambi Merang di wilayah terbuka. Dalam pelaksanaannya, PHE menggandeng PT Elnusa Tbk dan China Oilfield Services Limited (COSL).
Tim mengoperasikan kapal seismik COSL dengan teknologi 3D Marine Streamer Broadband. Metode ini membantu memetakan kondisi bawah permukaan secara lebih presisi untuk mendukung kegiatan pencarian sumber daya migas.
Kepala Divisi Prospektivitas & Manajemen Data SKK Migas Aldy Amir memberikan apresiasi atas penyelesaian proyek tersebut. Ia menilai survei Kandawulo menjadi bagian penting dalam membuka peluang eksplorasi blok migas baru di kawasan Indonesia Timur.

PHE selanjutnya terus mendorong kegiatan eksplorasi secara berkelanjutan. Upaya tersebut diarahkan untuk menemukan sumber daya migas baru sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. ***
Leave a comment