Jakarta, hotfokus.com
Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat program cetak sawah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah menghadapi perubahan iklim dan kebutuhan pangan yang terus meningkat.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai perluasan lahan tanam harus berjalan beriringan dengan peningkatan produktivitas. Menurutnya, kedua langkah tersebut menjadi kunci untuk mencapai swasembada pangan.
“Kita harus menambah luas tanam dan meningkatkan produktivitas. Itu kunci menuju swasembada pangan,” ujar Amran.
Untuk memastikan program berjalan sesuai target, Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian bersama Inspektorat Jenderal melakukan supervisi langsung di Desa Tanjung Baru, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.
Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Hermanto mengatakan Sumatera Selatan mendapat target cetak sawah seluas 13.000 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 7.000 hektare berada di Kabupaten OKI.
Sementara itu, proyek di Desa Tanjung Baru mencakup lahan seluas 230 hektare. Pekerjaan meliputi pembukaan lahan, perataan tanah, hingga pengolahan lahan agar siap ditanami.
“Dalam waktu sekitar 20 hari saja, sudah lebih dari 130 hektare lahan yang terbuka dan pengolahan tanah mencapai 30 hektare. Progres ini sangat cepat dan sesuai dengan harapan kita,” kata Hermanto.

Kementan menargetkan konstruksi cetak sawah di lokasi tersebut rampung dalam 90 hari. Program ini diharapkan memperluas areal tanam sekaligus memperkuat fondasi produksi pangan nasional. (SA/GIT)
Leave a comment