Jakarta, hotfokus.com
PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) mulai memperkuat armada maritim nasional lewat pembangunan Crew Boat 30 Pax yang diproyeksikan menopang keselamatan pelayaran dan operasional pekerja di sektor lepas pantai. Proyek ini dimulai melalui prosesi keel laying di Lamongan, sekaligus menjadi sinyal penguatan industri galangan kapal dalam negeri.
Kapal ini disiapkan sebagai moda angkut kru dari shorebase menuju anjungan migas offshore dengan standar keselamatan dan keandalan tinggi. Direktur Utama PTK I Ketut Lama menegaskan proyek tersebut bukan sekadar pembangunan armada baru, tetapi bagian dari dukungan terhadap ketahanan energi nasional.

“Semua pihak yang terlibat dalam proses pembangunan ini memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Ketut.
Crew boat yang dibidik rampung pada 2027 itu memiliki panjang lambung 27 meter dengan tenaga sekitar 1.700 HP. Spesifikasi tersebut dirancang agar kapal tetap lincah bermanuver dan stabil menghadapi gelombang tinggi di area operasi.
Proyek ini juga melibatkan PT Tri Ratna Diesel Indonesia, KSOP Kelas III Tanjung Pakis, dan Biro Klasifikasi Indonesia. Kolaborasi itu dinilai memperkuat kapasitas galangan domestik sekaligus mendorong kemandirian industri maritim.
Kepala KSOP Kelas III Tanjung Pakis Capt Subuh Fakkurochman menilai pembangunan kapal ini mencerminkan sinergi kuat antar pemangku kepentingan pelayaran nasional. Menurutnya, penggunaan galangan dalam negeri penting untuk meningkatkan daya saing industri maritim Indonesia.
Dukungan juga datang dari Iperindo yang berharap komitmen pembangunan kapal lokal terus berlanjut agar galangan nasional menjadi pilihan utama sektor pelayaran.

Langkah PTK ini dipandang bukan hanya memperkuat konektivitas dan keselamatan operasi offshore, tetapi juga membuka momentum baru bagi industri maritim nasional untuk naik kelas. (*)
Leave a comment