Jakarta, hotfokus.com
PT Pertamina Patra Niaga terus mengoptimalkan armada tanker produksi dalam negeri guna memastikan distribusi energi berjalan stabil di seluruh Indonesia. Dua unit kapal, MT Pagerungan dan MT Pangkalan Brandan, kini memegang peran vital dalam menjaga pasokan BBM lintas wilayah.
Kedua kapal tersebut dibangun oleh PT PAL Indonesia dan telah beroperasi sejak 2015. Dengan tipe General Purpose Tanker 17.500 LTDW, masing-masing kapal mampu mengangkut sekitar 25.528 kiloliter atau lebih dari 25 juta liter BBM dalam satu kali pelayaran.
Dimensi kapal yang mencapai panjang 157,2 meter dan lebar 27,7 meter membuat operasionalnya fleksibel, baik untuk pelabuhan domestik maupun jalur internasional. Kapasitas besar ini sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi energi dibandingkan moda darat.
MT Pagerungan melayani rute domestik dengan pengiriman dari terminal utama seperti Balongan, Tuban, dan Tanjung Wangi ke Kalimantan, Sulawesi, hingga kawasan timur Indonesia. Di sisi lain, MT Pangkalan Brandan beroperasi pada jalur internasional, termasuk rute regional seperti Singapura dan Malaysia.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, menilai kehadiran armada ini menjadi bukti kekuatan industri nasional.
“MT Pagerungan dan MT Pangkalan Brandan adalah representasi nyata karya anak bangsa yang tidak hanya memperkuat distribusi energi nasional, tetapi juga menunjukkan bahwa Indonesia mampu membangun armada tanker modern yang kompetitif,” ujarnya.

Dengan kombinasi operasi dalam dan luar negeri, distribusi energi menjadi lebih terintegrasi. Selain itu, penggunaan kapal buatan lokal turut memperkuat kemandirian maritim sekaligus menjaga ketahanan energi nasional. (*)
Leave a comment