Jakarta, hotfokus.com
Perayaan Idulfitri identik dengan momen berkumpul bersama keluarga. Namun, suasana berbeda justru dijalani para petugas PLN yang tetap siaga demi menjaga pasokan listrik tetap stabil di seluruh Indonesia.
Riki Waberta menjadi salah satu potret dedikasi tersebut. Ia menjalankan tugas sebagai Team Leader Keandalan Istana PLN UP3 Menteng dan sudah empat kali melewatkan tradisi mudik. Fokusnya tetap sama, memastikan listrik di objek vital kenegaraan berjalan tanpa gangguan, terutama saat momen Lebaran yang sensitif.
“Kami memang tidak selalu terlihat, tapi kami ikut mengambil bagian dalam kebahagiaan masyarakat,” ucap Riki.
Meski harus menahan rindu, ia tetap teguh menjalankan tanggung jawab. Dukungan keluarga menjadi energi tambahan agar ia tetap kuat di tengah tugas.

Pengabdian serupa terlihat dari Zahro Ardhillah yang bertugas di Jayapura. Ia bersama tim menjaga pasokan listrik di sejumlah masjid utama agar umat Muslim bisa menjalankan ibadah dengan tenang. Zahro memastikan seluruh jaringan dalam kondisi prima, sekaligus menyiapkan perangkat cadangan untuk mengantisipasi gangguan.
“Ada kebahagiaan tersendiri saat melihat masyarakat bisa beribadah tanpa kendala listrik,” ujarnya.
Di wilayah Tarakan, Muhammad Hanif Zidan juga menjalani Lebaran dari pos siaga. Ia mengganti tradisi bersalaman langsung dengan keluarga lewat panggilan video. Cara sederhana itu menjadi penghubung di tengah jarak.
“Ini sudah menjadi komitmen kami agar masyarakat tetap nyaman saat merayakan Lebaran,” kata Hanif.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan apresiasi atas dedikasi para petugas yang terus bekerja di momen penting nasional. Ia menilai mereka berperan besar dalam menjaga keandalan listrik saat kebutuhan meningkat.

PLN sendiri mengerahkan sekitar 72 ribu personel selama periode siaga 12 hingga 31 Maret 2026. Mereka tersebar di berbagai lini, mulai dari pembangkit hingga jaringan distribusi, guna memastikan listrik tetap menyala sepanjang Hari Raya. (*)
Leave a comment