Home NASIONAL Rupiah Sentuh 17.000 per USD, Tapi Tekanannya Ternyata Lebih Ringan dari Korea Selatan dan Filipina
NASIONAL

Rupiah Sentuh 17.000 per USD, Tapi Tekanannya Ternyata Lebih Ringan dari Korea Selatan dan Filipina

Share
Rupiah Sentuh 17.000 per USD, Tapi Tekanannya Ternyata Lebih Ringan dari Korea Selatan dan Filipina
Share

Jakarta, Hotfokus.com

Nilai tukar Rupiah Indonesia sempat bergerak mendekati level 17.000 per Dolar Amerika Serikat pada awal pekan ini. Meski terlihat mengkhawatirkan, tekanan terhadap rupiah ternyata masih lebih ringan dibanding sejumlah mata uang Asia lainnya.

Data Bloomberg pada Senin (9/3) menunjukkan rupiah melemah sekitar 1,09 persen sepanjang Maret setelah konflik di Timur Tengah meningkat. Angka ini masih lebih rendah dibanding pelemahan Won Korea Selatan dan Peso Filipina yang masing-masing tertekan hingga 3,62 persen pada periode yang sama.

Lonjakan harga minyak akibat eskalasi geopolitik global menjadi salah satu pemicu utama tekanan tersebut. Negara seperti Korea Selatan sangat rentan karena bergantung besar pada impor energi, khususnya minyak.

Situasi itu berbeda dengan Indonesia. Meski juga mengimpor minyak, ekonomi domestik masih memiliki penopang kuat dari ekspor komoditas energi dan sumber daya alam, seperti batu bara dan kelapa sawit. Faktor ini membuat daya tahan ekonomi Indonesia relatif lebih stabil saat pasar global bergejolak.

Ketua Umum Perkumpulan Analis Efek Indonesia, David Sutyanto, menilai tekanan terhadap rupiah saat ini lebih dipengaruhi sentimen global dibanding masalah fundamental dalam negeri.

“Walaupun rupiah sempat mendekati 17.000 per USD, pelemahannya sepanjang bulan ini sebenarnya masih relatif moderat dibanding beberapa mata uang Asia lainnya yang juga tertekan oleh penguatan dolar global dan sentimen risk-off akibat ketegangan geopolitik serta lonjakan harga minyak,” ujarnya, Rabu (11/3/2026).

David menambahkan tekanan terhadap mata uang negara berkembang saat ini lebih mencerminkan guncangan global yang terjadi di banyak negara.

“Tekanan yang terjadi saat ini lebih mencerminkan shock global yang dialami hampir semua emerging markets, bukan semata persoalan fundamental domestik Indonesia,” tegasnya. (SA/GIT)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
MES Jadi Kunci Penggerak Sektor Riil dan Ekonomi Umat
NASIONAL

MES Jadi Kunci Penggerak Sektor Riil dan Ekonomi Umat

Jakarta, Hotfokus.com Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Ferry Juliantono meminta pengurus...

NASIONAL

Kementan Kejar Cetak Sawah 13.000 Hektare, Target Swasembada Pangan Digenjot

Jakarta, hotfokus.com Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat program cetak sawah untuk memperkuat ketahanan...

NASIONAL

DAM Kuasai Empat Manajer Investasi BUMN, AUM Tembus Rp170 Triliun

Jakarta, hotfokus.com PT Danantara Asset Management (DAM) resmi mengambil alih pengendalian PT...

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III 2021 Bergantung Perkembangan Varian Delta
NASIONAL

Menko Perekonomian Ingin Proyek Strategis Dikerjakan Engineers Lokal

Jakarta, hotfokus.com Pemerintah memacu sinergi kementerian/lembaga untuk melakukan rekayasa industri agar bisa...